PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber
JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP) Ansy Lema merespons soal diskusi yang berujung ricuh di Universitas Gadjah Mada (UGM) belum lama ini. Dia mengingatkan, diskusi pemerintah dengan masyarakat seharusnya representatif sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton paparan pemerintah.
Dia mencontohkan, mahasiswa juga bisa menjadi narasumber utama dalam diskusi tersebut, di samping perwakilan pemerintah.
"Kalau dialog subjeknya itu harus setara, harus equal, narasumbernya harus setara, merepresentasikan berbagai pihak, bicara dalam ruang yang setara, dan juga dalam durasi pembicaraan yang setara, itulah yang disebut dengan dialog," kata Ansy dalam program Interupsi bertajuk 'Kisruh Diskusi UGM: Ruang Dialog atau Konflik?' di iNews, Kamis (18/7/2026).
Ansy mengkritik tiga narasumber dalam dialog lalu hanya berasal dari perwakilan pemerintah. Mereka adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.
"Kalau kita lihat kemarin, tiga orang narasumbernya itu berasal dari satu blok, mewakili pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Ansy.
Dia menceritakan, semasa dirinya kuliah, mahasiswa tidak mau hanya menjadi penonton. Mahasiswa harus ikut menjadi narasumber utama.
"Harus ada representasi dari civitas akademika, baik mahasiswa sebagai narasumber, dan juga dosen atau peneliti, supaya menunjukkan bahwa forum ini adalah forum yang representatif, jadi bukan saja cover both sides tapi bahkan cover all sides," kata Ansy.
Sebelumnya, acara diskusi yang menghadirkan Wamentan Sudaryono, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026) malam diwarnai keributan. Acara tersebut digeruduk sekelompok mahasiswa yang naik ke atas panggung.
Sudaryono dan Nusron lalu bertemu dengan para mahasiswa di luar. Mereka berdialog seputar isu yang menjadi keresahan mahasiswa.
"Kita ini datang untuk menjawab semua kegundahan Anda. Anda boleh ngomong apa saja, tadi kita sudah buka di dalam forum," kata Sudaryono kepada para mahasiswa.
Wamentan mempersilakan mahasiswa menyampaikan kegundahannya, termasuk terkait soal program makan bergizi gratis (MBG).
"Sehingga Anda boleh tanya masalah kemiskinan, masalah MBG, masalah apa saja boleh bertanya dan kita jawab," kata Sudaryono.
Editor: Reza Fajri