Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cegah Campak, Jangan Pegang Bayi saat Lebaran Ya!
Advertisement . Scroll to see content

PBNU Prediksi Idulfitri 1447 H Sabtu 21 Maret 2026, Ramadan Digenapkan 30 Hari

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:31:00 WIB
PBNU Prediksi Idulfitri 1447 H Sabtu 21 Maret 2026, Ramadan Digenapkan 30 Hari
Ilustrasi pemantauan hilal. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprediksi Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

Prediksi itu didasarkan atas data falakiyah hilal 29 Ramadan 1447 H atau Kamis, 19 Maret 2026. 

"Data falakiyah mengenai hilal 29 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 M menunjukkan hilal sudah di atas ufuk, tetapi belum memenuhi kriteria imkanur rukyah," tulis NU Online, dikutip Minggu (15/3/2026). 

Dijelaskan, tinggi hilal terbesar terjadi di Sabang, Aceh dengan tinggi hilal mar’ie 2 dedajat 53 menit dan elongasi hilal haqiqy 6 derajat 09 menit, serta lama hilal 14 menit 44 detik. Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Merauke, Papua Selatan dengan tinggi hilal mar’ie 0 derajat 49 menit dan elongasi hilal haqiqy 4 derajat 36 menit, serta lama hilal 6 menit 36 detik.

Adapun di titik Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, tinggi hilal adalah 1 derajat 43 menit 54 detik dengan letak matahari terbenam pada 12 derajat 03 menit 24 detik selatan titik barat dengan elongasi 5 derajat 44 menit 49 detik dan lama hilal 10 menit 51 detik. 

Sementara itu, ijtimak atau konjungsi terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 08:25:58 WIB. Letak matahari terbenam berada di 00 derajat 33 menit 01 detik selatan titik barat dengan letak hilal beradai pada 03 derajat 33 menit 03 detik selatan titik barat dan kedudukan hilal pada 03 derajat 00 menit 02 detik selatan Matahari dalam keadaan miring ke utara.

"Penghitungan atas data ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama," tulis NU Online.

Meski begitu, LF PBNU menganjurkan masyarakat menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis 19 Maret 2026.

BRIN Prediksi Idulfitri Jatuh pada 21 Maret 2026

Peneliti BRIN Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Prediksi tersebut didasarkan pada perhitungan astronomi terkait posisi hilal untuk penentuan hari raya Idulfitri.

Thomas mengungkapkan, secara astronomis pada Kamis 19 Maret 2026 waktu magrib di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura).

Hilal terpenuhi apabila mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat sesuai kriteria MABIMS. Namun pada waktu pengamatan tersebut, posisi hilal di Asia Tenggara belum mencapai batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria tersebut.

Dengan kondisi itu, maka 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Meski begitu, Thomas meminta masyarakat tetap menunggu sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada 19 Maret 2026.

“Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat,” kata Thomas.

Selain itu, Thomas menjelaskan terdapat kemungkinan berbeda jika menggunakan kriteria lain. Berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), posisi bulan sudah memenuhi syarat.

“Maka menurut kriteria KHGT, 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026,” katanya.

Prediksi Idulfitri Versi BMKG

Sedangkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 0,91 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 3,13 derajat di Sabang, Aceh. Sementara, elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua sampai dengan 6,1 derajat di Banda Aceh, Aceh.

Artinya dari data BMKG tersebut, pada 19 Maret 2026 ketinggian hilal maupun elongasi belum memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria itu menyatakan imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Sehingga dilihat dari data BMKG tersebut, maka bulan Ramadan akan digenapkan 30 hari dan Idulfitri berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026. Namun, masyarakat tetap diminta untuk menunggu sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada 19 Maret 2026.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut