Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Jenderal TNI Pendiri Universitas Pertahanan
Advertisement . Scroll to see content

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Pimpin Upacara Pemakaman Djoko Santoso

Minggu, 10 Mei 2020 - 12:36:00 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Pimpin Upacara Pemakaman Djoko Santoso
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan menjadi inspektur upacara (Irup) pemakaman mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Pemakaman akan dilaksanakan di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat pada Minggu (10/5/2020) pukul 14.00 WIB. Prosesi pemakaman akan dilakukan secara militer.

Kepala Staf Garnisun Tetap (Kasgartap) I/Jakarta, Brigjen TNI Syafruddin menyampaikan sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah pria yang akrab disapa Djoksan itu akan diberangkatkan dari rumah duka menuju Sandiego Hills, Karawang Jawa Barat. Sebelum diberangkatkan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa akan memimpin upacara pelepasan jenazah.

"Nanti di sini (rumah duka) Irupnya KSAD. Nanti di Sandiego Hills juga upacara militer, Irupnya Panglima TNI," kata Syafruddin, di rumah duka, Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2020).

Syafruddin memastikan, prosesi upacara pemakaman nanti tetap mengikuti protokol kesehatan dengan melakukan pembatasan anggota militer. Di samping itu, aturan jaga jarak (physical distancing) juga akan diberlakukan.

"Jadi biasanya kalau Panglima TNI, protapnya itu pasukannya 1 kompi atau 120 orang. Kalau ini hanya 40 orang. Jadi jarak antara anggota peserta upacara 2 meter," ujarnya.

Djoko Santoso meninggal dunia setelah dirawat selama seminggu di RSPAD Gatot Subroto. Politikus Partai Gerindra itu mengembuskan napas terakhir pukul 06.30 WIB, di usia 67 tahun.

Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr Budi Sulistya mengungkapkan, Djoko Santoso meninggal dunia karena stroke. "Beliau (alm Djoko) dirawat sejak Sabtu (2/5) lalu karena mengalami stroke. Beliau meninggal bukan karena Covid-19, tetapi karena stroke berat yang dideritanya," katanya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

Budi pun enggan memaparkan lebih jauh apakah kematian Djoko Santoso itu terjadi usai operasi pendarahan otak. "Beliau meninggal karena stroke berat," katanya lagi.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut