JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menginstruksikan agar rumah sakit terapung KRI Soeharso menuju Sulawesi Barat untuk membantu korban gempa bumi. Bencana itu telah merenggut nyawa sedikitnya 46 orang dan melukai ratusan lainnya.
Instruksi Panglima disampaikan dalam kunjungannya ke lokasi gempa di Sulbar. Menurut Panglima, persone TNI dan alutsista dikerahkan untuk bahu-membahu menolong para korban.
Iran Nyatakan Tak Takut dengan Pengerahan Kapal Induk AS di Timur Tengah
"Untuk itu dalam beberapa hari nanti akan kita hadirkan KRI Soeharso. Kebetulan saya lihat lanal (pangkalan AL) kondisinya bagus, tidak ada kerusakan. Bagi korban patah tulang, termasuk korban-korban akibat lain bisa dirawat atau dioperasi apabila perlu di KRI Soeharso," ujar Hadi di posko pengungsian di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021).
Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Majene, Jumat (15/1/2021) dini hari. Hingga kini ratusan gempa susulan dengan skala lebih rendah terus terjadi.
Panglima TNI Serahkan Bantuan Presiden dan 34 Perahu Karet kepada Korban Banjir di Kalsel
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya 46 orang meninggal dunua. Jumlah korban kemungkinan akan bertambah mengingat evakuasi di sejumlah reruntuhan gedung terus dilakukan.
Panglima meminta TNI menguatkan sinergi dengan polri, pemerintah daerah dan Basarnas untuk mencari dan menyelamatkan korban. Seiring itu, bantuan lain seperti tempat pengungsian dan logistik untuk pengungsi juga terus diberikan.
Panglima TNI Kerahkan Prajurit dan Alutsista Bantu Penanganan Bencana di Sulbar serta Kalsel
Editor: Zen Teguh