Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 98 Persen Guru Ingin YouTube Masuk Materi Pembelajaran
Advertisement . Scroll to see content

Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Para Guru untuk Berinovasi dalam Mendidik Siswanya

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 10:30:00 WIB
Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Para Guru untuk Berinovasi dalam Mendidik Siswanya
Oniwati, salah satu Guru SDN 2 Lebakparahhiyang, Lebak, Banten yang mengajar di rumah siswa karena tidak semua murid memiliki gadget untuk PJJ. (Foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 yang masih terus melanda Tanah Air hingga saat ini membuat para guru berusaha terus berinovasi. Keterbatasan di tengah kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) inilah yang membuat mereka tak lelah mencari cara agar seluruh muridnya merasakan pembelajaran yang sama.

Bukan tanpa alasan, sekolah merupakan faktor yang cukup besar dalam pembentukan karakter seorang anak sebagai manusia. Sementara keterbatasan akses internet pun seringkali menghambat ketika kegiatan belajar mengajar secara daring berlangsung. 

Hal ini pun turut dirasakan Oniwati, Guru SDN Lebakparahiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. “Karena di kampung, jadi kami terhalang oleh sinyal, belum lagi keluhan orangtua tentang harga kuota yang mahal,” tuturnya.  

Tak hanya guru, keluhan pun datang dari para murid yang merasa metode pembelajaran seperti ini kurang efektif. Mereka mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyimak materi di layar monitor.

Selain itu, lanjut guru yang mengajar di kelas lima SD ini, tidak semua orangtua siswa di sekolah tempanya mengajar mampu membeli gadget. Seperti halnya telepon pintar (smartphone), apalagi computer atau laptop pribadi seperti di kota-kota besar. 

“Kalau yang punya hp, tugas untuk siswa dikirim ke WA group, kalau yang tidak punya hp, seminggu dua kali saya keliling rumah siswa untuk belajar tatap muka di rumah,” ujar Oniwati.

Situasi pandemi yang penuh keterbatasan ini nampaknya memang mengharuskan guru untuk melakukan berbagai cara agar proses KBM dapat tetap berjalan. Para guru juga dituntut untuk berdaptasi dengan teknis pembelajaran dengan metode e-learning dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai perkembangan zaman. 

Inilah yang membuat guru terus berusaha menciptakan inovasi dalam memberikan materi belajar. Mereka kerap mengajak murid untuk menggambar bersama, membuat video maupun film, mendongeng, kemudian mengunggahnya di media sosial. 

“Kasihan kalau kita sebagai guru tidak berusaha menyesuaikan dengan keadaan. Kalau orangtua siswanya kebetulan pintar, bisa ajarin anaknya, tapi kalau orangtuanya kurang pengetahuan dan tidak bisa mengajarkan anaknya, ini kan yang kasihan siswanya. Makanya sebagai guru kita harus berusaha bagaimanapun caranya,” ucapnya penuh semangat.

Sementara itu, Salah satu guru SDIT Rahmaniyah Depok, Melly Muhajah pun mengaku memiliki tantangan tersendiri dengan target kurikulum yang baru sembari menentukan pola komunikasi yang tepat kepada orangtua dan siswa.

“Tantangannya adalah bagaimana kita mencari solusi dalam keterbatasan, karena waktu pembelajaran berkurang. Sementara kita harus mengejar target kurikulum PJJ. Selain itu, kita harus mencari pola komunikasi yang tepat dengan orangtua sebagai mitra di rumah dalam memantau belajar siswa,” katanya. 

Menurut Melly, pandemi mengharuskan dirinya untuk lebih kreatif dalam menyiapkan materi dan bahan ajar. Dirinya juga kerap meluangkan waktunya lebih lama setiap harinya untuk memeriksa dan memberikan penilaian.

“Pandemi ini mengharuskan kita untuk terus berinovasi. Misalnya, ketika harus menyiapkan video pembelajaran, setelah menyiapkan videonya, kita juga harus mengoreksi hasil yang dibuat anak-anak. Beda kalau tatap muka, ketika anak-anak diberikan materi dan latihan, saat itu langsung dikoreksi dan dibahas, di sinilah tantangannya,” ujar Melly. 

Itulah kisah perjuangan guru Oniwati dan Melina Muhajah yang masih terus menyalakan api semangatnya untuk mengajar di tengah keterbatasan masa pandemi. Selain mereka berdua, tentunya masih banyak para guru yang saat ini terus berjuang demi mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

Sejalan dengan revolusi mental, setiap guru pun diuji integritasnya sebagai pengajar dengan berpikir kreatif dan berinovasi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sesuai perkembangan jaman. Mereka memegang teguh prinsip bahwa pendidikan harus berjalan dengan baik, bagaimana pun situasinya, sebagai bentuk perwujudan Indonesia Melayani.

Tak berlebihan rasanya jika para guru mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasinya yang tidak pernah mengenal kata lelah dalam melakukan terobosan baru dalam mendidik anak-anak Indonesia. Semua itu demi semangat bersama agar Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

(CM)

Editor: Rizqa Leony Putri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut