Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK Beberkan 4 Penyebab IHSG Ambruk sejak Awal Tahun 
Advertisement . Scroll to see content

OJK Catat 71 Perusahaan Antre IPO, Potensi Dana Terhimpun Capai Rp49,84 Triliun

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:48:00 WIB
OJK Catat 71 Perusahaan Antre IPO, Potensi Dana Terhimpun Capai Rp49,84 Triliun
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi (foto: IMG/Aziz Indra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengungkapkan, hingga awal Mei 2026 setidaknya ada 71 perusahan yang berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasan menjelaskan, 71 perusahan tersebut saat ini dalam tahap proses penilaian sebelum mendapatkan perizinan dari OJK.

Adapun potensi total penghimpunan dana dari para perusahan tersebut menembus Rp49,84 triliun. 

"Di awal Mei, kami masih mencatat ada 71 rencana penawaran umum yang berada dalam pipeline perizinan, dengan potensi penghimpunan dana tambahan sekitar Rp49,84 triliun," ujarnya dalam MNC Forum ke-82 di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kamis (21/5/2026).

Hasan mengatakan, kondisi ini mencerminkan bahwa pasar modal masih menjadi sarana yang efektif untuk penghimpunan dana dan sumber pembiayaan perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha. 

Dia menyebut, hingga April 2026 total pendanaan yang diperoleh korporasi di pasar modal mencapai Rp56,35 triliun. Meski belum menunjukan pertumbuhan, tetapi angka tersebut dianggap masih cukup stabil jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. 

"Pertumbuhan investor domestik tahun ini mencapai titik tertinggi. Per hari ini jumlah investor sudah lebih dari 27 juta investor, sementara pada akhir tahun lalu masih berada di kisaran 20 jutaan. Artinya sudah ada tambahan lebih dari 7 juta investor baru," lanjut Hasan. 

Pada kesempatan yang sama, Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, pasar modal adalah fondasi utama dalam pembangunan ekonomi. Pasalnya, pasar modal berfungsi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

“Pasar modal itu memang sangat penting karena sumber pembiayaan jangka panjang, makanya disebut pasar modal. Baik sifatnya ekuitas ataupun surat utang tapi yang sifatnya jangka panjang,” ujar HT di acara yang sama.

Dia menjelaskan, pasar keuangan di dunia terbagi menjadi dua yaitu pasar uang dan pasar modal. Namun menurutnya, pasar modal yang memiliki peran besar dalam membangun ekonomi negara dalam skala besar.

“Yang bisa membangun ekonomi besar ya pasar modal,” kata HT.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut