JAKARTA, iNews.id – Massa pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sempat memanas di kawasan Tanah Abang akhirnya mundur setelah polisi melakukan upaya negosiasi. Bahkan, massa dan para polisi yang berjaga saling berjabat tangan. Situasi di kawasan ini pun kembali kondusif.
Massa sempat berusaha menguasai jalan. Mereka membakar ban sehingga asap hitam mengepul di kawasan Tanah Abang. Massa juga sempat berteriak-teriak mempertanyakan nasib teman-teman mereka yang terluka saat aksi menuntut dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan sekitarnya.
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Namun, polisi berusaha bernegosiasi dengan massa. Salah seorang polisi mengatakan, korban luka tak hanya dari massa pengunjuk rasa, tapi juga dari petugas kepolisian. Karena itu, massa diminta untuk tenang dan mundur.
“Kita sama-sama banyak yang luka-luka, dari warga dan juga dari polisi. Karena itu, silakan mundur,” kata polisi tersebut.
Aksi 22 Mei, PT KAI Berlakukan Rekayasa Pola Operasi
Namun, massa tetap berusaha maju. Polisi yang bertugas tetap berusaha meredam amarah massa. “Kita selama ini silaturahmi di sini. Kenapa jadi begini? Kami sayang dengan masyarakat,” kata polisi tersebut.
Polisi kembali berusaha meminta warga untuk mundur. Setelah beberapa saat terjadi dialog, massa mulai tenang dan setuju untuk mundur. Bahkan, polisi dan massa saling berjabat tangan. Warga akhirnya mulai meninggalkan jalan di kawasan Tanah Abang.
Rabu Dini Hari, Asrama Brimob di Petamburan Terbakar
Editor: Maria Christina