Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Larang Sweeping Rumah Makan, Pramono Ingin Ramadan Berlangsung Rukun
Advertisement . Scroll to see content

MUI Setuju Sweeping Rumah Makan saat Ramadan Dilarang, Tekankan Sikap Saling Menghormati

Senin, 16 Februari 2026 - 11:47:00 WIB
MUI Setuju Sweeping Rumah Makan saat Ramadan Dilarang, Tekankan Sikap Saling Menghormati
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas setuju atas larangan sweeping rumah makan saat Ramadan. Dia menekankan pentingnya saling menghormati antarumat beragama.

Hal itu disampaikan merespons pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang adanya sweeping rumah makan saat Ramadan. 

"Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweeping-an, karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah menyosialisaikan dan memberi pengertian kepada rakyat dan masyarakat luas tentang perlunya ada sikap saling hormat-menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain," kata Anwar Abbas dalam keterangannya, Senin (16/2/2026). 

Dia menyatakan pemerintah daerah harus hadir demi mendukung sikap saling hormat-menghormati di wilayah masing-masing demi terjaganya kekhusyukan umat yang menjalankan.

"Beberapa hari lagi umat Islam akan berpuasa sebulan penuh dalam bulan Ramadan. Umat Islam juga tidak perlu melakukan sweeping dan segala macamnya," ujarnya.

"Untuk itu kita berharap kepada pemerintah, termasuk kepada gubernur Jakarta supaya dapat mengatur dan menertibkan para pedagang agar mereka tidak ikut merusak ibadah dari umat Islam yang sedang berpuasa," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung melarang siapa pun termasuk ormas keagamaan untuk melakukan razia atau sweeping ke rumah makan selama bulan Ramadan. Sweeping tersebut biasanya dilakukan untuk membubarkan pelanggan yang sedang makan saat waktu puasa.

"Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," kata Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Dia menginginkan bulan Ramadan di Ibu Kota berlangsung dengan penuh kedamaian dan kerukunan. Seperti diketahui, suasana Jakarta saat ini masih dipenuhi perayaan Imlek dan menjelang Ramadan nuansa kota akan berubah sepenuhnya.

Perubahan itu sebagai cerminan semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.

"Sekarang ini periodisasi kita menyambut Imlek dari dari tanggal 13 sampai dengan 17 itu Imlek. Nanti begitu tanggal 18, maka Jakarta wajahnya total berubah menjadi wajah yang Ramadan dan juga wajah yang menyambut Idul Fitri," ucap dia. 

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut