MPR Hadapi Tugas Berat Kikis Kemiskinan Spirit Kebangsaan
BADUNG, iNews.id – Banyak tugas besar menanti untuk diselesaikan MPR. Salah satunya, menumbuhkan spirit kebangsaan kepada seluruh rakyat Indonesia yang saat ini dinilai makin tergerus.
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menuturkan, fenomena ‘miskin spirit kebangsaan’ kini muncul di tengah perkembangan zaman yang kian pesat. Fenomena ini makin kentara di kalangan milenial.
"Jangan sampai ada kemiskinan ideologi. Tidak cinta Tanah Air, tidak peduli, sehingga dimasuki aliran-aliran, pikiran-pikiran yang antiterhadap bangsanya sendiri atau ideologi bangsanya sendiri. Ini berbahaya, menurut saya," kata Jazilul, dalam acara Press Gathering MPR bersama wartawan di Seminyak, Badung, Bali, Sabtu (16/11/2019).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini lantas menyinggung soal insiden bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut) belum lama ini. Usia pelaku bomber masih terbilang muda.
"Saya khawatir ada istilah bomber milenial. Ini berbahaya. Saya takut ini menjadi tren," ujarnya. Kejadian ini, kata Jazilul, menunjukkan miskinnya rasa rasa kebangsaan di kalangan anak muda sekaligus potret rapuhnya spirit Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Karena itu, dia berharap lembaga pemerintah untuk membuat program-program ‘pengentasan kemiskinan spririt kebangsaan’. Langkah ini penting demi mencegah terulangnya aksi teroris maupun berkembangnya radikalisme sebagaimana di Medan.
"Nah kami bertugas untuk penanaman nilai-nilai spirit ideologi," kata dia.
Editor: Zen Teguh