Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Jamin Defisit APBN 2026 Tak Lebih 3 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Moody's Ratings Turunkan Peringkat Kredit RI jadi Negatif, Purbaya: Ada yang Offside

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:04:00 WIB
Moody's Ratings Turunkan Peringkat Kredit RI jadi Negatif, Purbaya: Ada yang Offside
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ada yang salah dari peringkat kredit Moody's Ratings. (Foto: iNews.id/Rohman(
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ada yang salah dari koreksi Moody’s Ratings terkait outlook peringkat kredit Indonesia. Diketahui, peringkat Indonesia turun menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Purbaya menitikberatkan rilis BPS soal pertumbuhan ekonomi RI 2025 di angka 5,11 persen pada awal Februari ini. Menurutnya, koreksi negatif dari Moody's tak sejalan dengan kondisi perekonomian, terlebih lembaga keuangan turut mengafirmasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Moody's mengeluarkan outlook Indonesia negatif karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat katanya. Tahunya keluarnya lebih tinggi. Habis itu langsung IMF menaikkan prediksi kita dari 4,9 ke 5,2 untuk tahun ini. JP Morgan juga sama dari 4,9 ke 5,2. Jadi ada yang offside kelihatannya," katanya dalam acara diskusi di Grand CIMB Niaga, Kamis (12/2/2026).

Oleh karena itu, Purbaya mengatakan mesin pendongkrak pertumbuhan ekonomi bakal terus digerakkan untuk menjaga momentum prospek ekonomi pasca rilis BPS. Sejumlah indikator mikro dan makro menjadi parameter Purbaya.

Seperti indeks kepercayaan konsumen yang dalam tren positif, kurva konsumsi BBM yang positif, kenaikan penjualan listrik untuk industri naik hingga sektor manufaktur, dengan indeks PMI ekspansif belakangan.

Sehingga, katanya, kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan bernilai tambah akan terus dimaksimalkan oleh pemerintah. Intervensi ini demi menjaga sentimen pasar yang bisa memengaruhi laju perekonomian nasional, termasuk penilaian dari lembaga internasional.

"Kami akan buat dia (Moody's) offside betulan. Triwulan pertama ini kami akan inject semua stimulus yang ada di pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun yang lain-lain untuk belanja habis-habisan dan memperbaiki iklim investasi supaya dunia usaha juga bisa ekspansi," ujar Purbaya.

Kepada dunia industri dan investor, Purbaya bilang kebijakan pemerintah bakal menjaga iklim bisnis dan investasi.

"Jadi Indonesia bergerak ke arah perbaikan yang clear karena pondasinya kami address dengan baik. Dengan modal ini harusnya Anda nggak usah takut tentang prospek ekonomi Indonesia. Kami menjalankan kebijakan yang pas," tuturnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut