Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Praka Rico Pramudia Naik Pangkat Jadi Kopda Anumerta, TNI: Penghormatan atas Pengabdian
Advertisement . Scroll to see content

Momen TNI Unjuk Kekuatan Tempur, Siap Hadapi Era Peperangan Rudal!

Sabtu, 25 April 2026 - 21:01:00 WIB
Momen TNI Unjuk Kekuatan Tempur, Siap Hadapi Era Peperangan Rudal!
Kapal perang TNI AL menembakkan rudal (dok. TNI AL)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - TNI menegaskan kesiapannya menghadapi era peperangan modern. Kesiapan ditunjukkan melalui Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) yang melibatkan kerja sama taktis antara 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat tempur F-16 TNI AU.

Dalam latihan tersebut, sasaran yakni eks KRI Teluk Hading berhasil dihancurkan melalui serangan terintegrasi di Perairan Karimun Jawa, Kamis (23/4/2026).

Pada tahap pertama, unsur KRI melakukan penembakan Rudal Exocet MM40 Block 3 ke arah target.

TNI berhasil menghancurkan sasaran dalam latihan di Perairan Karimun Jawa (dok. TNI AL)
TNI berhasil menghancurkan sasaran dalam latihan di Perairan Karimun Jawa (dok. TNI AL)

Selanjutnya, tahap kedua dilakukan melalui Operasi Udara Lawan Laut (OULL) oleh tiga unit pesawat tempur F-16 TNI AU yang menjatuhkan bom jenis MK-12 secara presisi.

Selain itu, TNI menembakkan artileri menggunakan sistem penembakan modern berpresisi tinggi. Dalam simulasi tersebut, sasaran darat di Pulau Gundul berhasil dihancurkan.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali turut meninjau latihan tersebut.

Menhan mengapresiasi profesionalisme prajurit dan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan ini menjadi demonstrasi kekuatan nyata (show of force) yang menampilkan koordinasi antara matra laut dan udara secara masif.

"Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji kemampuan teknis, tetapi juga sebagai bentuk deterrence atau daya tangkal terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan negara," tulis keterangan Dispenal, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut