Momen Prabowo Buka Puasa Bersama Ulama, Duduk Semeja dengan Rais Aam PBNU-Ketum MUI
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan ulama dan tokoh agama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Momen kebersamaan tersebut berlangsung sederhana dan penuh kehangatan.
Dalam unggahan akun Instagram @prabowo, Kepala Negara membagikan potret saat dirinya duduk satu meja bersama tiga ulama untuk berbuka puasa. Dalam foto tersebut tampak hidangan sederhana seperti kurma, air mineral, dan cangkir minuman tersaji di atas meja.
Adapun tiga ulama itu yakni Rais Aam PBNU Miftachul Achyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar.
“Berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta,” tulis Prabowo dalam keterangan unggahan, Kamis (5/3/2026).
Prabowo Bentuk Satgas Konversi Motor Listrik dan PLTS, Tunjuk Bahlil Jadi Koordinator
Suasana hangat terasa disertai perbincangan santai antara Prabowo dan ulama. Kebersamaan itu mencerminkan silaturahmi antara pemerintah dan para tokoh agama dalam suasana bulan suci Ramadan.
Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat berbuka kepada seluruh masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Naikkan Cadangan BBM dari 21 Hari Jadi 3 Bulan
Program Kampung Nelayan Gagasan Prabowo Tuai Respons Positif, Nelayan: Sangat Bermanfaat!
“Selamat berbuka puasa bagi saudara-saudara yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Prabowo.
Diketahui, ulama dan tokoh masyarakat menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar Prabowo di Istana.
Pantauan iNews.id, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar terpantau tiba sekitar pukul 15.54 WIB, lalu Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar tiba.
Kemudian ada Subki Al Bughury, Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Nabiel bin Fuad Al Musawa, hingga Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie.
Editor: Rizky Agustian