Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar Se-Jabodetabek
Advertisement . Scroll to see content

MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN, Libatkan 18 Kampus

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:54:00 WIB
MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN, Libatkan 18 Kampus
MNC University. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMNC University menginisiasi pembentukan ASEAN Higher Education International Consortium sebagai upaya memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Konsorsium ini diharapkan menjadi wadah kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, riset, inovasi, hingga internasionalisasi kampus di tingkat regional.

Inisiatif tersebut diumumkan dalam Seminar Internasional Bridging ASEAN Member States Through Higher Education yang digelar di Auditorium MNC University, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 18 perguruan tinggi yang berasal dari Indonesia, Kamboja, dan Timor Leste, mulai dari universitas, institut, sekolah tinggi, hingga politeknik.

Rektor MNC University, Dendi Pratama, menilai perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kampus perlu membangun sinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.

“Sering kali kita berdiskusi mengenai penerimaan mahasiswa baru, penurunan mahasiswa baru, atau berbagai kesulitan yang dihadapi kampus. Namun kita lupa membahas isu yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana mengembangkan kampus, meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat daya saing institusi, dan menginternasionalisasikan perguruan tinggi,” ujar Dendi.

Dia menjelaskan, perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat tata kelola institusi, memenuhi berbagai indikator kinerja, serta memperluas jejaring internasional. Karena itu, kolaborasi antarkampus menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

“Tantangan yang kita hadapi tidak akan menjadi lebih ringan apabila dihadapi sendiri-sendiri. Oleh karena itu kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan strategis bagi keberlanjutan dan kemajuan perguruan tinggi,” katanya.

Melalui ASEAN Higher Education International Consortium, MNC University berharap dapat mendorong berbagai bentuk kerja sama konkret antarperguruan tinggi ASEAN. Kolaborasi tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan inovasi, hingga program mobilitas mahasiswa dan dosen lintas negara.

Dendi juga menekankan pentingnya memastikan kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada seremoni penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Menurutnya, banyak kerja sama yang akhirnya tidak berlanjut setelah proses penandatanganan selesai dilakukan.

“Sering kali kita berkumpul hanya untuk menandatangani MoU. Setelah itu kembali ke kampus masing-masing dan lupa dengan kerja sama yang pernah dibuat,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap konsorsium yang dibentuk dapat melahirkan program-program nyata seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, hingga program gelar ganda (double degree). Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika dan memperkuat posisi perguruan tinggi ASEAN di tingkat internasional.

Melalui forum ini, MNC University optimistis kolaborasi yang terjalin tidak hanya memperkuat hubungan antarinstitusi pendidikan tinggi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan masyarakat ASEAN secara berkelanjutan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut