Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Tembus 340.496 saat Libur Panjang Paskah
Advertisement . Scroll to see content

Misa Paskah di Gereja Katedral, Kardinal Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan

Minggu, 05 April 2026 - 12:47:00 WIB
Misa Paskah di Gereja Katedral, Kardinal Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan
Umat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta untuk mengikuti misa Minggu Paskah (foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Umat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta untuk mengikuti misa Minggu Paskah pada Minggu (5/4/2026). Jemaat memadati area dalam gereja untuk merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus.

Pantauan di lokasi, antrean umat sudah terlihat di area pintu masuk gereja. Petugas gereja tampak memeriksa setiap jemaat yang hendak masuk.

Di dalam gereja, suasana misa juga berlangsung khidmat. Umat mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan, mulai dari liturgi sabda hingga perayaan ekaristi. 

Sebagian umat yang tidak mendapatkan tempat duduk memilih mengikuti misa dari area luar gereja yang telah disediakan layar besar. Meski demikian, mereka tetap mengikuti jalannya ibadah dengan tertib.

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan tema yang diangkat kali ini ialah Kepedulian pada Keutuhan Alam Ciptaan. Kardinal Suharyo kembali mengingatkan pesan pertobatan ekologis.

Ignatius Suharyo mengatakan, segala kerusakan yang terjadi di bumi merupakan kesatuan dari keserakahan dan tidak adanya aksi antarmanusia untuk menjaga alam.

"Maka ekologi integral, pertobatan ekologis itu artinya pertobatan moral, hati nurani. Itu yang paling penting," ujar Suharyo, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, apabila ada keserakahan maka peradaban dunia tentu akan terganggu. Umat Katolik pun diajaknya untuk menjadi terang dan tidak serakah atas apa yang ada di bumi.

"Kalau orang serakah, orang serakah ya, namanya saja tidak bagus. Apakah dia akan memperhatikan saudara-saudaranya yang kekurangan? Kalau memperhatikan namanya bukan serakah, namanya orang kaya yang baik hati," ujarnya.

"Selama dunia ini penuh dengan keserakahan, bukan hanya pribadi, tetapi sebagai bangsa, apalagi keserakahan itu didukung oleh kekuatan senjata, habislah yang namanya keadaban itu," sambung dia.

Kardinal Suharyo mengatakan, Paskah merupakan perayaan dari kegelapan menuju titik perjanjian. Dia lantas mengajak umat Katolik untuk hadir melayani dan tetap berjuang dalam keadaan apa pun.

"Semangat Paskah mengajak, khususnya umat Katolik yang kami layani, di tengah-tengah keadaan seperti itu, keadaan seperti apa pun kita pasti harus tetap berjuang untuk teguh di dalam iman, kokoh di dalam harapan, dan tetap menyala di dalam kasih," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut