Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usulan Gerbong Wanita Dipindah Picu Polemik, Menteri PPPA Akhirnya Minta Maaf
Advertisement . Scroll to see content

Menteri PPPA Minta Maaf, Tak Bermaksud Abaikan Keselamatan Penumpang KRL Laki-Laki

Kamis, 30 April 2026 - 06:58:00 WIB
Menteri PPPA Minta Maaf, Tak Bermaksud Abaikan Keselamatan Penumpang KRL Laki-Laki
Menteri PPPA Arifah Fauzi (dok. Kementerian PPPA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya usai insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Sebelumnya, Arifah sempat mengusulkan agar gerbong khusus perempuan pada KRL ditempatkan di bagian tengah dan gerbong laki-laki di ujung rangkaian menyusul kecelakaan tersebut.

"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ucap Arifah di akun Instagram @kemenpppa, dikutip Kamis (30/4/2026).

Arifah menegaskan, usulan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan aspek keselamatan penumpang lainnya.

"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya," katanya.

Dia juga menekankan bahwa faktor keselamatan menjadi prioritas utama bagi semua pihak tanpa membedakan jenis kelamin.

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," katanya.

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan pada KRL Commuter Line dipindahkan ke bagian tengah rangkaian.

"Tadi kita ngobrol dengan KAI (PT Kereta Api Indonesia), itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang? Supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," kata Arifah kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

"Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu," ujarnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut