Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mendagri Segera Terbitkan Edaran Korve Bersihkan Sampah, Tiap Selasa dan Jumat
Advertisement . Scroll to see content

Menteri LH Pantau Bersih-Bersih Kali Cikeas, Dorong Penataan Sungai Cegah Banjir Bekasi

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:24:00 WIB
Menteri LH Pantau Bersih-Bersih Kali Cikeas, Dorong Penataan Sungai Cegah Banjir Bekasi
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memantau aksi bersih-bersih di Kali Cikeas, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (15/2/2026). (Foto: IMG/Reza Fajri)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memantau aksi bersih-bersih di Kali Cikeas, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (15/2/2026). Aksi itu diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan badan pembangunan global PBB atau United Nations Development Programme (UNDP).

Aksi bersih-bersih dilakukan dengan menyusuri Sungai Cikeas menggunakan perahu karet. Relawan yang tergabung dalam berbagai komunitas, termasuk Komunitas Iklim Sentul Cikeas (KISUCI), memungut sampah-sampah yang tersangkut di sungai.

Selanjutnya, relawan secara simbolis memberikan sebagian kumpulan sampah tersebut kepada Faisol yang menunggu di salah satu titik.

Faisol mengatakan, aksi bersih-bersih ini perlu dilakukan lantaran Sungai Cikeas berpengaruh terhadap terjadinya banjir di Bekasi. Sungai Cikeas diketahui bertemu dengan Sungai Cileungsi di wilayah perbatasan Gunung Putri dan Jatiasih, membentuk hulu Kali Bekasi.

Relawan menyusuri Sungai Cikeas dengan perahu karet, memunguti sampah yang tersangkut. (Foto: IMG/Reza Fajri)
Relawan menyusuri Sungai Cikeas dengan perahu karet, memunguti sampah yang tersangkut. (Foto: IMG/Reza Fajri)

Kali inilah yang sering dinilai sebagai penyebab banjir di Bekasi saat intensitas hujan tinggi.

Faisol mengaku, pihaknya belum meneliti secara mendalam apakah sampah dari Sungai Cikeas berkontribusi pada banjir di Bekasi. Namun, dia menilai aksi bersih-bersih kali penting untuk menciptakan kesadaran bagi masyarakat agar menjaga kebersihan sungai.

Dia menyebut, penataan sungai perlu dilakukan lantaran Bekasi rawan banjir. Apalagi banyak wilayah yang seharusnya menjadi tempat penampungan air yang kini berubah menjadi kompleks perumahan.

"Memang DAS (daerah aliran sungai) Cikeas itu dia melebar di bagian hulu, kemudian di bagian hilir harusnya rawa-rawa tempat air, yang di Bekasi itu kan, sekarang dijadikan permukiman, real estate, terus pertanyaannya, airnya lari ke mana," ujar Faisol.

Oleh karena itu, Faisol menyatakan penataan secara menyeluruh perlu dilakukan agar banjir di Bekasi bisa ditekan.

"Kita harus segera bergerak dengan gerakan yang real, yang tertata sedemikian rupa," kata Faisol.

Dalam kesempatan ini, Faisol turut menerima secara simbolis fatwa dari MUI yang mengharamkan umat Islam membuang sampah secara sembarangan ke sungai, danau atau laut. Fatwa ini sebelumnya dirumuskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI pada November 2025 lalu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus tindak lanjut arahan pemerintah dalam penanganan darurat sampah.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut