Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Sugiono soal 4 Prajurit TNI dari UNIFIL Gugur di Lebanon: PBB Masih Investigasi
Advertisement . Scroll to see content

Menlu Sugiono Akan Terbang ke India, Bahas Isu Global dan Ekonomi di Forum BRICS

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:45:00 WIB
Menlu Sugiono Akan Terbang ke India, Bahas Isu Global dan Ekonomi di Forum BRICS
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dijadwalkan bertolak ke New Delhi, India untuk menghadiri pertemuan menlu negara-negara BRICS pada 14–15 Mei 2026. Dia mengatakan forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis global serta penguatan kerja sama antarnegara anggota BRICS.

“BRICS juga akan membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainibility kemudian juga digital ekonomi,” kata Sugiono kepada wartawan di Kemlu Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Selain kerja sama ekonomi dan pembangunan, kata dia,situasi Timur Tengah juga dipastikan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam forum tersebut. 

Sugiono mengatakan hal terpenting saat ini adalah mengimplementasikan berbagai rencana kerja sama yang telah disusun dalam forum BRICS.

Sementara itu, Juru Bicara I Kemlu Yvonne Mewengkang menjelaskan agenda pertemuan akan terbagi dalam beberapa sesi pembahasan utama.

Pada hari pertama, para menteri akan membahas isu global dan kawasan. Selanjutnya, pembahasan akan berfokus pada penguatan ketahanan dan inovasi antarnegara anggota.

Adapun pada 15 Mei 2026, agenda pertemuan akan membahas isu tata kelola global atau global governance.

“Pak menlu secara garis besar nanti akan menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif dalam BRICS,” ujar Yvonne.

Dia menambahkan, Indonesia juga akan mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian serta menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional.

“Nanti ada pembahasan terkait isu global dan kawasan, kemudian penguatan resilience dan innovation, lalu tanggal 15 membahas global governance,” ungkapnya.

Yvonne juga mengungkapkan terdapat sejumlah permintaan pertemuan bilateral dengan Sugiono dari beberapa negara peserta BRICS. Namun, jadwal pertemuan masih disesuaikan mengingat agenda forum yang cukup padat.

“Bilateral tetap dijadwalkan, tapi masih kami pastikan karena agendanya sangat padat. Ada juga pertemuan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Dia menegaskan, Indonesia memandang BRICS sebagai forum penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara berkembang dan mendorong tata kelola global yang lebih inklusif.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut