Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gejala Khas Virus Ebola Langka yang Ancam Dunia, Demam hingga Nyeri Otot
Advertisement . Scroll to see content

Menkes Ungkap Risiko Ebola Masuk Indonesia Rendah, Ini Alasannya!

Selasa, 02 Juni 2026 - 13:14:00 WIB
Menkes Ungkap Risiko Ebola Masuk Indonesia Rendah, Ini Alasannya!
Menkes Budi mengungkapkan, risiko Ebola masuk Indonesia sangat kecil. (Foto: Mei Sada Sirait)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan risiko penyebaran virusEbola ke Indonesia masih tergolong rendah. Meski Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan darurat global, masyarakat diminta tidak panik.

Menkes Budi menegaskan, karakter penularan Ebola berbeda dengan Covid-19 yang sempat memicu pandemi global. Menurutnya, Ebola tidak menyebar melalui udara, sehingga tingkat penularannya jauh lebih terbatas.

"Ebola penularannya melalui cairan. Jadi, tidak semudah Covid-19," kata Menkes Budi usai menghadiri Talkshow Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, WHO memang telah menerbitkan panduan kewaspadaan bagi negara-negara anggota. Namun, risiko penyebaran Ebola dinilai lebih besar pada negara yang menjadi pusat lalu lintas perjalanan internasional dari berbagai kawasan dunia.

"WHO sudah memberikan guidance bahwa ini berisiko untuk daerah negara itu (Kongo), tapi berisiko sangat rendah untuk negara-negara lain," ujarnya.

Menurut Menkes, posisi Indonesia yang bukan merupakan hub penerbangan internasional utama turut membuat risiko masuknya kasus Ebola lebih kecil dibandingkan sejumlah negara lain.

"Kita (Indonesia) bukan negara hub kan? Ada beberapa seperti Dubai, Singapura, itu negara-negara yang traffic-nya banyak dari dunia. Nah itu lebih berisiko," jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus mengantisipasi kemungkinan masuknya kasus impor ke Indonesia.

Kementerian Kesehatan juga terus memantau perkembangan situasi global melalui laporan WHO dan akan menyesuaikan langkah mitigasi apabila terjadi peningkatan risiko penularan di tingkat internasional.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut