Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhut Tawarkan Potensi Perdagangan Karbon Konsesi Hutan ke Investor di New York
Advertisement . Scroll to see content

Menhut Bakal Batasi Jumlah Pendaki Gunung Konservasi, Ini Alasannya!

Jumat, 05 Juni 2026 - 13:06:00 WIB
Menhut Bakal Batasi Jumlah Pendaki Gunung Konservasi, Ini Alasannya!
Menhut Raja Juli Antoni (dok. Kemenhut)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah tengah menyiapkan pengaturan jumlah pendaki di sejumlah gunung konservasi berdasarkan daya tampung dan daya dukung kawasan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya tren pendakian yang belakangan semakin diminati masyarakat.

Menurut Raja Juli, tingginya minat masyarakat untuk mendaki gunung merupakan hal positif yang perlu diapresiasi. Namun, antusiasme tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan risiko keselamatan maupun kerusakan lingkungan.

"Antusiasme ini luar biasa, harus kami kanalisasi, kami harus apresiasi, namun aspek safety juga penting," kata Raja Juli dalam acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, belum lama ini.

Ia mengungkapkan masih banyak pendaki yang berangkat tanpa persiapan memadai. Salah satu contohnya adalah wisatawan yang membeli paket wisata murah dan langsung mendaki gunung tanpa perlengkapan maupun pengetahuan yang cukup.

"Saya dapat cerita ini misalkan banyak orang yang jalan-jalan ke Gili Trawangan kemudian diberikan paket murah naik Rinjani, kemudian pergi ke Gunung Rinjani tanpa peralatan yang cukup, tanpa pengetahuan yang cukup, sehingga akhirnya terjadilah apa yang tidak kita inginkan," ujarnya.

Untuk mencegah hal tersebut, Kementerian Kehutanan akan memperkuat pengelolaan kawasan pendakian melalui sistem pembatasan yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing gunung. Kebijakan ini disebut bukan untuk membatasi hak masyarakat berwisata alam, melainkan menjaga kenyamanan dan keamanan pendakian.

"Kami tidak ingin membatasi hak individu untuk naik gunung, tetapi kalau tidak kami kelola secara baik, tidak ada bedanya mal dengan Gunung Gede Pangrango, macet," katanya.

Selain aspek keselamatan, Raja Juli juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah jalur pendakian. Ia menegaskan pemerintah ingin membangun budaya pendakian yang mengedepankan prinsip zero waste dan zero accident.

Menurut dia, perilaku sebagian pendaki yang masih membuang sampah sembarangan telah mencoreng keindahan kawasan pegunungan. Karena itu, Kementerian Kehutanan akan memperkuat pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.

"Jangan lihat Rinjani dari jauh yang indah tapi lihat sampah-sampah yang menumpuk karena kenakalan para pendaki yang tidak taat. Enforcement akan kami lakukan agar semua tertib," ujar Raja Juli.

Pemerintah berharap pengaturan jumlah pendaki dan penegakan aturan di kawasan konservasi dapat menciptakan aktivitas pendakian yang lebih aman, tertib, serta berkelanjutan tanpa mengurangi minat masyarakat menikmati wisata alam pegunungan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut