Menhut Bakal Batasi Jumlah Pendaki Gunung Konservasi, Ini Alasannya!
JAKARTA, iNews.id — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah tengah menyiapkan pengaturan jumlah pendaki di sejumlah gunung konservasi berdasarkan daya tampung dan daya dukung kawasan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya tren pendakian yang belakangan semakin diminati masyarakat.
Menurut Raja Juli, tingginya minat masyarakat untuk mendaki gunung merupakan hal positif yang perlu diapresiasi. Namun, antusiasme tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan risiko keselamatan maupun kerusakan lingkungan.
"Antusiasme ini luar biasa, harus kami kanalisasi, kami harus apresiasi, namun aspek safety juga penting," kata Raja Juli dalam acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, belum lama ini.
Ia mengungkapkan masih banyak pendaki yang berangkat tanpa persiapan memadai. Salah satu contohnya adalah wisatawan yang membeli paket wisata murah dan langsung mendaki gunung tanpa perlengkapan maupun pengetahuan yang cukup.
"Saya dapat cerita ini misalkan banyak orang yang jalan-jalan ke Gili Trawangan kemudian diberikan paket murah naik Rinjani, kemudian pergi ke Gunung Rinjani tanpa peralatan yang cukup, tanpa pengetahuan yang cukup, sehingga akhirnya terjadilah apa yang tidak kita inginkan," ujarnya.