Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki
Advertisement . Scroll to see content

Menhub Beri Sinyal Penurunan Harga Tiket Pesawat, Ini Syaratnya

Jumat, 10 April 2026 - 06:26:00 WIB
Menhub Beri Sinyal Penurunan Harga Tiket Pesawat, Ini Syaratnya
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan sinyal penurunan harga tiket pesawat. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan sinyal bahwa harga tiket pesawat bisa turun. Namun, hal itu jika dua bulan ke depan kondisi harga avtur mengalami penurunan. 

Ia menilai arah konflik yang belakangan terjadi antara Amerika-Israel dan Iran menuju pada tawaran gencatan senjata. Jika hal ini terjadi dan Iran membuka jalur distribusi minyak, maka diproyeksikan harga avtur juga ikut tertekan. 

"Bahwa kalau melihat penjelasan, itu kita cukup optimis, apalagi arah perang ini tidak panjang sudah terlihat dengan adanya gencatan senjata. Mudah mudahan dalam dua bulan ke depan bisa berakhir," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Kamis malam (9/4/2026).

Menhub mengatakan, saat ini untuk menopang pendapatan maskapai di tengah kenaikan harga avtur, Pemerintah telah mengambil kebijakan mengubah kenaikan fuel surcharge menjadi 38 persen, PPN DTP, hingga pembebasan bea impor spare part pesawat. 

Akan tetapi, ketika harga avtur mulai turun di kemudian hari maka fuel surcharge yang menjadi salah satu komponen pembentuk harga tiket bisa diturunkan. Karena saat ini Pemerintah belum menetapkan tarif batas bawah/tarif batas atas (TBB/TBA) terbaru. 

"Kalau harga avtur turun kita akan kembalikan lagi, karena fuel surcharge komponennya harga avtur, sehingga yang kita putar di sini. Ini kondisinya (harga avtur) bisa naik turun," kata Menhub.

"Avtur ini kan naik turunnya relatif cukup cepat, misal kemarin minyak sudah di bawah 100. Sehingga kita berharap itu bisa kita turunkan," tambahnya. 

Menhub mengatakan, alasan utama pemerintah masih menahan kenaikan TBA adalah untuk menjaga daya beli masyarakat, di tengah tekanan ekonomi. Sehingga penyesuaian harga tiket dilakukan dengan menaikkan fuel surcharge, tanpa penyesuaian TBA. 

"Kita belum bicara TBA karena dari TBA itu biaya operasi paling tinggi adalah avtur, perawatan, dan sewa. Jadi komponen yang sangat berpengaruh, avtur dan maintenence, sudah difasilitasi pemerintah lewat fuel surcharge dan pembebasan bea impor," pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut