Mengulik Kisah Ganjar Pranowo saat Jadi Anggota DPR, Terlibat di Beberapa Pansus
JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden Ganjar Pranowo mendapatkan elektabilitas tertinggi berdasarkan hasil dari sejumlah survei. Ganjar mengalahkan semua capres yang akan bertarung di 2024 seperti Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Elektabilitas tinggi yang diperoleh Ganjar Pranowo tak lepas dari hasil yang ia raih disaat memimpin Jawa Tengah dua periode. Ia dianggap sosok yang merakyat dan adaptif dengan perkembangan teknologi.
Sebelum menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pernah menjalani karier politik sebagai anggota DPR RI terlebih dahulu serta pernah menduduki kursi MPR.
Awal karier politiknya adalah saat dia menjadi anggota Komisi IV DPR RI periode 2004-2009. Komisi IV DPR bekerja di bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan.
Keren! Pemuda di Bantul Kenalkan Capres Ganjar Pranowo Lewat Seni Mural
Sebelumnya, Ganjar merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Hukum dan meraih gelar di sana. Ganjar merupakan kader lama di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketika kuliah Hukum di UGM, ia ikut tergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang secara ideologi politik dekat dengan PDI.
Pria berambut putih kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 ini juga menjadi saksi perubahan PDI menjadi PDI Perjuangan. Pada 1996, Ganjar ikut mendukung Megawati yang pada saat itu berhadapan dengan Soejardi.
Kisah Perjuangan Ganjar Pranowo dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres, Hampir Putus Kuliah
Baru pada periode 2004-2009, Ganjar mendapat kesempatan untuk menjadi Anggota Komisi IV DPR RI. Ia ditunjuk untuk menggantikan Jakob Tobing yang ditugaskan oleh Megawati Soekarnoputri menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.
Di periode masa kepemimpinan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia sempat diberi mandat untuk menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang terkait Partai Politik, lalu pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD di DPR RI.
Di periode selanjutnya, ia kembali mendapat kepercayaan menjadi Anggota DPR RI pada periode pemilu 2009-2014. Ia ditunjuk menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR RI di Bidang Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi, Pemilu, Pertahanan dan Reforma Agraria.
Periode kedua ia menjabat, tersebut ia tercatat menjadi anggota Pansus Angket Bank Century di DPR RI 2009-2010 dan anggota Timwas Century di DPR RI 2010-2013.
Pada periode 2010 sampai 2013, Ganjar tercatat pernah menjadi Wakil Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI. Lalu pada 2013, ia melepas kursi anggota DPR karena berhasil terpilih menjadi Gubernur. Ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018. Selanjutnya ia terpilih lagi menjadi Gubernur untuk masa kepemimpinan 2019-2024.
Ganjar Pranowo secara resmi ditunjuk oleh PDIP sebagai bakal Calon Presiden (Bacapres) untuk Pemilu 2024 mendatang ketika mendekati ujung periode masa kepemimpinan keduanya sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Nama Ganjar memang santer disebut akan diusung PDI-P sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang. Penunjukkan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat DPP PDIP ke-140 pada 21 April 2023 lalu.
Setelah penunjukkan Ganjar sebagai nama yang diusung PDIP-P dalam Pemilu 2024, Tak lama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo dan Partai Hanura mengusung Ganjar sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2024 mendatang.
Editor: Faieq Hidayat