Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Sopir Truk Tangki Korban Tabrakan Maut Bus ALS Ternyata Kerabat Bupati Muratara
Advertisement . Scroll to see content

Menghindari Lubang, Menjemput Maut

Senin, 11 Mei 2026 - 10:19:00 WIB
Menghindari Lubang, Menjemput Maut
Pimpinan Ombudsman RI, Maneger Nasution. (Foto: Dok. Ombudsman RI)
Advertisement . Scroll to see content

Maneger Nasution
Pimpinan Ombudsman RI

KECELAKAAN maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, bukan sekadar peristiwa lalu lintas biasa. Tragedi yang menewaskan sedikitnya 16 orang itu adalah 'potret buram' tentang bagaimana pemerintah masih gagal menghadirkan jalan yang aman bagi warganya.

Dugaan sementara polisi menyebut sopir bus berusaha menghindari lubang sebelum akhirnya oleng ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki BBM hingga kedua kendaraan terbakar hebat.

Lubang di jalan dalam konteks ini, esensinya, bukan lagi sekadar kerusakan infrastruktur, melainkan ancaman mengerikan terhadap hak hidup masyarakat.

Jalan negara seharusnya menjadi ruang aman mobilitas publik, bukan jebakan maut yang memaksa pengemudi mengambil keputusan sepersekian detik antara menghantam lubang atau mempertaruhkan nyawa. 

Manuver ekstrem demi menghindari jalan rusak yang dilakukan pengemudi, sesungguhnya, ingin menegasikan bahwa negara sedang memindahkan risiko keselamatan kepada rakyatnya sendiri.

Yang membuat tragedi ini semakin menyayat adalah fakta bahwa sebagian besar korban meninggal dalam kondisi terbakar hingga proses identifikasi membutuhkan bantuan forensik. Beberapa korban selamat bahkan harus melompat keluar dari bus demi menyelamatkan diri dari kobaran api.

Ini menunjukkan bahwa kecelakaan transportasi di Indonesia sering kali berubah menjadi bencana berlapis: mulai dari infrastruktur buruk, lemahnya mitigasi keselamatan, hingga minimnya perlindungan terhadap penumpang angkutan umum.

Tragedi Bus ALS ini seharusnya menjadi titik balik evaluasi besar terhadap tata kelola keselamatan transportasi dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Indonesia. Sebab pada akhirnya, para korban bukan meninggal hanya karena takdir, tetapi karena ada rantai kelalaian pelayanan publik yang dibiarkan berlangsung terlalu lama.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut