Menaker Sebut Formula Upah Minimum 2026 Masih Digodok, Naik Berapa?
JAKARTA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pihaknya masih menggodok formula upah minimum 2026. Dia belum bisa memastikan besaran kenaikan tahun depan.
"Tunggu aja. Sedang dikaji, sedang dikaji. Nanti ada aturannya," kata Yassierli di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Dia juga belum mengungkap pemerintah akan menggunakan formula lama atau menyusun rumus baru sebagai acuan upah minimum 2026.
“Iya atau nggak, nanti akan ada aturan terkait UMP 2026 ya, insya Allah," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah masih memiliki waktu hingga November 2025 untuk memfinalisasi regulasi terkait upah minimum. Dia berharap aturan baru bisa diumumkan secara serentak, sekaligus dengan penetapan upah minimum provinsi (UMP).
"Sedang dibahas. Target pengumumannya nanti kan November, kita punya waktu nanti," tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, upah minimum di Indonesia pada 2026 bisa naik di kisaran 7-8 persen. Menurutnya, angka tersebut bisa terealisasi jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi ikut menjadi perhitungan sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
"Bagaimana indeks pertumbuhan ekonomi, bagaimana inflasi benar-benar diterapkan. Kalau hitungan itu betul-betul dijalankan oleh pemerintah, perhitungan KSPSI, angka upah minimum di 2026 itu diangkat 7,5-8 persen," kata Andi Gani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
"Kalau itu betul-betul dijalankan. Karena kan itu, kemudian MK, pertumbuhan ekonomi, inflasi, itu dihitung menjadi satu. Nah, hitungan kami dengan angka pertumbuhan ekonomi 5 persen, itu upah minimum di 2026 akan mencapai diangkat 7-8 persen," tuturnya.
Editor: Rizky Agustian