Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Gelontorkan Uang Rp2 Triliun per Hari demi Selamatkan Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Loyo, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:36:00 WIB
Loyo, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah anjlok 38 poin atau sekitar 0,22 persen ke level Rp17.706 per dolar AS pada akhir perdagangan, Selasa (19/5/2026). (Foto: Ilustrasi/Dok. iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (19/5/2026). Rupiah anjlok 38 poin atau sekitar 0,22 persen ke level Rp17.706 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menuturkan, sentimen datang dari global yaitu Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran untuk memungkinkan negosiasi guna mengakhiri perang di Timur Tengah.

“Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ada peluang yang sangat baik Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, beberapa jam setelah mengumumkan penundaan aksi militer untuk memungkinkan pembicaraan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Konflik Timur Tengah secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur air penting yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak global, menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada hari Senin mengkonfirmasi bahwa posisi Teheran telah disampaikan kepada AS melalui Pakistan tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat Pakistan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Islamabad telah menyampaikan proposal baru antara kedua pihak tetapi mencatat kemajuan yang lambat.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Washington telah setuju untuk mencabut sanksi atas ekspor minyak Teheran selama negosiasi, tetapi seorang pejabat AS membantah klaim tersebut.

Selain itu, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melantik Kevin Warsh sebagai Ketua Fed pada hari Jumat, setelah Senat memberikan suara untuk menyetujuinya untuk masa jabatan empat tahun, menggantikan Jerome Powell. Investor tetap berhati-hati karena pasar mengevaluasi bagaimana arah kebijakan Fed dapat berkembang di bawah kepemimpinan baru.

Dari sentimen domestik, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menguji ketahanan harga pangan nasional. Ketergantungan tinggi terhadap impor pangan membuat tekanan kurs berpotensi cepat merambat ke harga makanan yang dikonsumsi masyarakat seperti mi instan, roti, tahu-tempe, susu, hingga makanan olahan lainnya pada semester II 2026.

Ketergantungan impor Indonesia terhadap sejumlah komoditas pangan masih sangat tinggi. Gandum sepenuhnya impor, kedelai sekitar 90 persen masih dipenuhi dari impor.

Selain itu, bawang putih 95 persen impor, gula sekitar 60 persen, serta daging sapi dan kerbau sekitar 54 persen.

Kondisi pelemahan rupiah ini otomatis meningkatkan biaya impor karena mayoritas transaksi dilakukan menggunakan dolar AS. Pada akhirnya, peningkatan biaya impor ini berisiko menimbulkan kenaikan harga pangan di dalam negeri.

Kondisi ini memunculkan fenomena imported inflation atau inflasi impor, yakni tekanan inflasi yang berasal dari pelemahan nilai tukar dan tingginya ketergantungan terhadap barang impor.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.700-Rp17.750 per dolar AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut