Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Perintahkan Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera Jadi Prioritas Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Listrik di Tapteng Masih Mati usai Banjir, Bahlil: Jumat Kita Doakan Sudah Nyala

Kamis, 04 Desember 2025 - 10:30:00 WIB
Listrik di Tapteng Masih Mati usai Banjir, Bahlil: Jumat Kita Doakan Sudah Nyala
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons listrik di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) yang masih mati usai banjir. Dia menargetkan pasokan listrik pulih pada Jumat (5/12/2025).

"Sekarang tower-tower yang jatuh, materielnya sudah ada dan saya meminta kepada PLN, Insya Allah hari Jumat semuanya clear. Jadi Jumat malam kita doakan lampu sudah nyala sebagaimana mestinya," ujar Bahlil dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/12/2025).

Berdasarkan peta pemulihan aset transmisi, kata dia, fokus utama pemulihan tertuju pada penyelesaian jalur vital SUTT Tarutung-Sibolga. Saat ini, progres pemulihan sudah mencapai 70 persen.

Pembangunan Tower Emergency (TE1) tengah dikebut untuk menggantikan Tower T61 yang roboh. Secara simultan, percepatan juga dilakukan pada jalur SUTT Bireuen-Arun yang mencatatkan progres 60 persen dengan target percepatan yang sama.

Keyakinan ini semakin kuat mengingat infrastruktur pendukung di hilir, yakni Gardu Induk (GI) Sibolga, tercatat telah beroperasi 100 persen sejak 2 Desember 2025. Pasokan listrik dapat segera didistribusikan ke masyarakat begitu jaringan transmisi utama tersambung kembali.

Optimisme pemulihan total ini didukung oleh data capaian di tingkat distribusi yang terus bergerak positif. Berdasarkan laporan update per 3 Desember 2025 pukul 13.00 WIB, sebanyak 87 persen atau 473.055 pelanggan terdampak kini telah kembali menikmati aliran listrik.

Pemulihan beban listrik juga mencatatkan angka signifikan mencapai 93,4 persen (246,63 MW) yang didukung oleh pulihnya 96 penyulang utama. 

Meskipun mayoritas wilayah telah menyala, pemerintah tetap memprioritaskan penanganan bagi 70.993 pelanggan yang masih masih padam di wilayah kerja 8 UP3 terdampak, termasuk Sibolga dan Padang Sidimpuan.

"Ini sebagai bentuk keseriusan atas arahan dan perintah Bapak Presiden ketika kemarin datang untuk memastikan agar listrik di minggu ini selesai," kata Bahlil.

Sebagai solusi jangka pendek, Kementerian ESDM bersama PLN telah menyiagakan bantuan darurat. Sebanyak 40 unit genset berkapasitas 6.000 watt dan 200 lampu darurat telah diserahkan kepada Bupati Tapteng untuk didistribusikan ke titik-titik vital yang paling membutuhkan.

"Nanti semuanya kita serahkan kepada Bapak Bupati, nanti Bapak Bupati yang tahu di mana titik-titik yang akan dipakai, sambil menunggu optimalisasi dari hari Jumat malam," tutur Bahlil.

Selain listrik, pemulihan pasokan energi primer lainnya seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) juga menjadi prioritas yang tak kalah penting. 

Dia menginstruksikan Pertamina menambah operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam dan meningkatkan jumlah SPBU aktif dari tiga menjadi lima unit, serta menghapuskan sementara kewajiban barcode untuk mempermudah akses warga. 

Strategi distribusi LPG juga diubah total dengan memindahkan hub pasokan dari Dumai ke Padang guna menghindari kendala cuaca dan ombak, serta menyiapkan empat kapal khusus untuk melayani rute Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Nias.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut