Kunci Sukses Anak Buruh Tani yang Berhasil Masuk UNY Tanpa Biaya
JAKARTA, iNews.id - Siapa bilang menempuh pendidikan tinggi saat ini harus mengeluarkan banyak biaya? Hal ini dibuktikan oleh anak buruh tani bernama Qotrun Nada yang berhasil masuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tanpa biaya sepeser pun.
Gadis yang akrab disapa Nada ini diketahui lolos prodi Pendidikan Sosiologi di UNY melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Bersamaan dengan itu, ia juga dinyatakan lolos sebagai peserta KIP Kuliah sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya kuliah.
Keberhasilan Nada tak begitu saja ia dapatkan. Namun, ada banyak perjuangan yang ia lakukan demi menggapai cita-citanya. Menurut Nada, kunci sukses keberhasilannya adalah belajar dengan sungguh-sungguh.
Nada selalu belajar dari pukul 05.00 hingga 07.00 pagi. Setelah itu, ia mengikuti kelas online dari sekolah dan dilanjut pada pukul 13.00 hingga 15.00 belajar materi UTBK.
Kisah Wisudawan Tertua di ITS yang Tesisnya Sempat Ditolak 10 Kali
“Karena pada sore hari otak sudah merasa lelah maka baiknya belajar video pembelajaran beranimasi jadi agar otak tak terbebani dan materi pun dapat terserap dengan baik” kata gadis kelahiran Cilacap 28 Oktober 2002 ini dikutip dari laman resmi UNY, Sabtu (2/4/2022).
Tak berhenti sampai di situ, pada pukul 20.00 hingga 22.00 ia kembali membuka buku belajarnya untuk menguji kemampuan pemahaman materi dengan menjawab soal-soal latihan UTBK. Setelah itu, ia pun beristirahat karena fisik juga menjadi kunci penting keberhasilannya.
Perjuangan Olivia Nike Purnomo, Putri Sopir Bus Malam yang Lulus Cumlaude UNY
Putri dari pasangan Riswanto seorang buruh harian lepas dan Daryati seorang pedagang kecil ini ternyata hanya belajar materi UTBK SBMPTN dari buku The King. Kemudian, ia juga melatih pelajaran lainnya di buku latihan soal Go TPS dan Go TKA, serta bimbel online.Selain dari materi belajar, Nada juga melakukan strategi agar lulus SBMPTN dengan baik.
Nada sebelumnya berasal dari prodi IPA namun ia memutuskan untuk lintas jurusan ke Soshum di UTBK SBMPTN untuk mewujudkan cita-citanya.Bahkan, orang tuanya sempat tak memberi restu untuk menempuh kuliah di UNY. Sebab, Riswanto ingin sang anak dapat menempuh pendidikan dekat tempat tinggalnya, yakni di Purwokerto.
Namun, akhirnya Riswanto luluh karena ingin melihat sang anak sukses sesuai kehendak hatinya. Nada pun merasa lega dengan keputusan orang tuanya ini karena dapat mewujudkan keinginannya menjadi guru sosiologi.
Berkat keuletan dan kerja kerasnya, Nada akhirnya dinyatakan lulus SBMPTN pada pilihan pertama, yakni Pendidikan Sosiologi UNY. Sang ibu pun mengaku bahagia dan bersyukur atas keberhasilan Nada.
“Apapapun hasilnya itulah yang terbaik untuk Qotrun, inilah jalan rezekinya. Saya bersyukur anak saya diterima di UNY” ucap Daryati.
Editor: Puti Aini Yasmin