Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Kepunahan Massal Pernah Terjadi di Dunia, Bantu Bentuk Bumi saat Ini
Advertisement . Scroll to see content

KTT Bogor Usung Wasatiyyat Islam Jadi Arus Utama Peradaban Dunia

Senin, 23 April 2018 - 17:24:00 WIB
KTT Bogor Usung Wasatiyyat Islam Jadi Arus Utama Peradaban Dunia
Din Syamsuddin. (Foto: Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

SUKOHARJO, iNews.id - Sebanyak 100 cendekiawan Muslim dari dalam dan luar negeri akan menghadiri Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Wasatiyyat Islam di Bogor, Jawa Barat, 1-3 Mei 2018.

Pertemuan yang akan dihadiri sejumlah ulama dari negara-negara akan membahas masalah Wasatiyyat Islam sebagai arus utama peradaban dunia. Urgensi agar Wasatiyyat Islam direvisi baik tingkat nasional maupun global melalui KTT Bogor yang diprakarsai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin.

"KTT Wasatiyyat Islam atau KTT Bogor ini akan dihadiri 50 tokoh ulama dan cendekiawan Muslim dari seluruh dunia dan 50 dari dalam negeri," kata Din Syamsuddin pada Simposium Wasatiyyat Islam untuk Peradaban Dunia di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah, Senin (23/4/2018).

Dia mengatakan beberapa cendekiawan Muslim yang hadir di antaranya Imam Masjidil Aqsha Syaikh Muhammad Ahmad Husein dan Mufti Libanon Syaikh Abdulatif Daryan, serta Imam Masjidil Haram Syaikh Saleh bin Abdullah bin Hamid. Dari dalam negeri, pihaknya juga akan menghadirkan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) di antaranya Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dia berharap pelaksanaan KTT Wasatiyyat Islam tersebut dapat merevitalisasi Wasatiyyat Islam yang artinya suatu corak pemahaman dan praktik Islam. Istilah ini juga merupakan metode atau pendekatan dan mengkontekstualisasikan Islam di tengah peradaban global.

Dia berharap melalui KTT Bogor akan lahir kesepakatan baru yang dapat direvitalisasi secara internal sesuai dengan arus utama keberagaman di Indonesia. "Saat ini ada yang memilih jalan radikal atau ekstremisme dalam bentuk terorisme, pembunuhan orang tak berdosa dan berbagai macam manifestasi radikalisme Islam. Dalam hal ini, kita harus kembali memahami bahwa Islam menampilkan wasatiyyah yang memiliki 10 prinsip," katanya.

Menurut dia, 10 prinsip Wasatiyyat Islam yaitu mengambil jalan tengah, berkeseimbangan, lurus dan tegas, toleransi, egaliter, musyawarah, reformasi, mendahulukan yang prioritas, dinamis dan inovatif, serta berkeadaban.

"Pada prinsipnya melalui kegiatan ini kami ingin mengembangkan dan mempromosikan konsep Islam Wasatiyyah dalam kehidupan umat Islam baik skala nasional maupun internasional," katanya.

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut