Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kementerian ATR Cabut HGU 85.244 Hektare di atas Tanah TNI AU Lampung
Advertisement . Scroll to see content

KSAU : Tantangan Masa Depan Tak Cukup Dihadapi dengan Akuisisi Alutsista Modern

Senin, 07 Maret 2022 - 11:08:00 WIB
KSAU : Tantangan Masa Depan Tak Cukup Dihadapi dengan Akuisisi Alutsista Modern
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. (Foto Antara).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengingatkan tantangan masa depan tidak cukup hanya dihadapi dengan akuisisi alutsista modern. Kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan.

Dia mengatakan, cita-cita untuk mewujudkan TNI AU yang disegani di kawasan membutuhkan kehadiran organisasi yang efektif, efisien, dan adaptif. Tujuannya, tiada lain agar mampu terus berinovasi. 

"Saya juga perlu mengingatkan satu hal yang fundamental bahwa tantangan masa depan tak cukup hanya dihadapi dengan akuisisi alutsista modern saja. Lebih dari itu kita kita butuh formulasi manajemen organisasi serta pendayagunaan SDM secara tepat," ucap KSAU di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (7/3/2022).  

menyebut kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang penting diperhatikan dalam menghadapi tantangan ke depannya. Terlebih, penyiapan talenta digital dalam menghadapi distrupsi informasi. 

"Harus menyiapkan sumber daya manusia seperti talent digital untuk menghadapi era distrupsi dan tantangan global yang semakin kompleks di masa depan," jelas dia.

Dia mengatakan, secanggih apapun alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dimiliki, hal yang terpenting adalah bagaimana SDM tersebut mengelolanya. Sebab, SDM merupakan salah satu faktor penentu. 

"Tidak peduli secanggih apapun alutsista tempur yang kita miliki, namun unsur manusia jugalah yang menjadi faktor penentu keberhasilan," ungkapnya. 

Fadjar memaparkan, sejarah telah mencatat bahwa keberadaan air power dalam berbagai operasi senantiasa menjadi game changer dan memberi posisi menguntungkan. Terutama, bagi pihak yang dapat memanfatkan kekuatan tersebut secara optimal.

"Hingga kini air power masih menjadi kekuatan yang menentukan dan terus berevolusi seiring perkembangan teknologi dirgantara yang sangat pesat," katanya. 

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut