Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Begini Kronologi Lengkap Sekolah di NTT Disebut Digusur demi Kopdes
Advertisement . Scroll to see content

KSAD Tegaskan TNI Tak Gusur SD di NTT untuk Kopdes Merah Putih: Gak Mungkin Seekstrem Itu

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:26:00 WIB
KSAD Tegaskan TNI Tak Gusur SD di NTT untuk Kopdes Merah Putih: Gak Mungkin Seekstrem Itu
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Felldy Aslya Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara soal isu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Detusuko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disebut digusur prajurit TNI demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dia membantah isu tersebut.

"Ya itu banyak berita yang harus kita klarifikasi ya, kayaknya enggak mungkin seekstrem itu ya, masa ada sekolah yang ditiadakan gitu. Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail kita klarifikasi ya," kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). 

Dia menyatakan isu tersebut tidak masuk logika. Menurutnya, tidak mungkin ada pihak yang menggusur sekolah padahal sudah terdaftar di dinas pendidikan dan kebudayaan setempat.

Meski begitu, dia memastikan akan mengecek langsung kebenaran isu tersebut.

"Menurut saya enggak, enggak normal kalau ada orang membubarkan sekolah," ujarnya. 

Di sisi lain, Maruli menyatakan isu-isu tersebut hanya ramai di media sosial saja. Dia memastikan tidak ada penggusuran sekolah untuk Kopdes Merah Putih

"Enggak ada, cuma sibuk di media aja kadang-kadang begini, begitu. Tapi realistisnya kan enggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar di dinas pendidikan dan kebudayaan terus ditiadakan. Wah ini bisa kena tuntutan hukum dia," tutur dia.

Sebelumnya, Kapuspen Brigjen TNI Muhammad Nas memastikan tidak ada penggusuran sekolah yang dilakukan prajurit TNI di Ende, NTT. Hal itu telah dikonfirmasi kepada Komando Daerah Militer (Kodam) setempat.

"Ada katanya dipotong beritanya, videonya menggusur sekolah, yang bahaya caption-nya, 'Babinsa lebih mengutamakan KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) daripada sekolah.' Langsung saya telepon Asintel Kodam di sana, saya nanya, 'Itu gimana cerita sebenarnya?'," ucap Nas di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Dia menegaskan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sama sekali tidak menggantikan bangunan sekolah. Malahan, Kopdes dibangun di belakang area sekolah. 

"Ternyata rekan-rekan sekalian, bukan menggusur sekolah. Bukan KDKMP ditaruh untuk menggantikan sekolah, bukan. KDKMP dibangun di belakang sekolah," ungkapnya. 

Nas menjelaskan dalam proses pembangunan Kopdes, terdapat kendala yakni keterbatasan akses masuk alat berat yang digunakan ketika melewati sekolah. Oleh karena itu, TNI berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembongkaran agar alat berat tersebut bisa melintas.

"Akses jalannya kurang sehingga melewati sekolah. Nah, pas manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok," ucapnya.

"Si petugas Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah, 'Pak Lurah, Kepala Desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?', 'Boleh, silakan'," sambungnya.

Dia menegaskan setelah adanya kesepakatan, sebagian bangunan sekolah dibongkar sementara. Setelahnya, pihaknya memperbaiki bangunan sekolah yang terdampak tersebut.

"Jadi tiang itu digeser untuk manuver alat sebentar, setelah itu akan diperbaiki kembali," kata Nas.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut