Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh WN Irak: Pelaku Bawa Pisau dari Rumah
JAKARTA, iNews.id - Polisi mengungkap kronologi pembunuhan yang dilakukan WN Irak, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad (49) terhadap wanita inisial DA (37) yang merupakan cucu seniman senior Mpok Nori di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menyebutkan, pelaku sudah membawa pisau dari rumah untuk melancarkan aksinya.
"Jadi terkait kronologi kejadian pembunuhan, antara pelaku dengan korban adalah suami-istri, mereka nikah siri. Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," ujar Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J Atupah kepada wartawan, Senin (23/3/2026).
Dia menerangkan, pelaku dan korban sudah tidak tinggal dalam satu rumah. Pelaku sempat melihat korban bersama pria lain pada Jumat (20/3/2026) di acara Bazar Ramadan.
"Kemudian di tanggal 20 Maret 2026, korban itu dengan pelaku sudah tidak tinggal bersama. Antara korban dan pelaku, pelaku tinggal di kosnya sendiri, korban di kosnya sendiri. Tanggal 20 Maret, pelaku melihat korban sedang jalan bersama pria lain di acara Bazar Ramadan," imbuhnya.
WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Sempat Ingin Bunuh Diri di Sukabumi
"Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi, dia kemudian ributlah dengan korban. Setelah dari situ, pergi, berpisah mereka di Bazar," sambung dia.
Terungkap! Ini Alasan WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Kabur ke Sumatra
Dia berkata, pelaku kemudian mendatangi korban pukul 22.00 WIB yakni di hari yang sama usai pertemuan di Bazar Ramadan tersebut. Pelaku mendapati korban sedang berada dengan pria tersebut dan terjadilah cekcok.
"Sekitar pukul 22.00 WIB malam, pelaku datang lagi ke kosnya korban, dan didapati bahwa di dalam kos, korban lagi berduaan dengan pria yang tadi ketemu di Bazar. Iya, sempat juga ada cekcok dan keributan di situ," ujarnya.
Dia mengatakan korban akhirnya kembali ke kosnya dan merenung setelah diusir oleh korban. Dia mengatakan setelah merenung, pelaku pun kembali mendatangi korban dan mencekik korban.
"Kemudian pelaku diusir, suruh pulang sama korban. Pelaku pun pulang ke kosnya. Di kosnya dia merenung, emosinya sudah tidak tertahan, dia kembali lagi ke kos korban. Di sana dia masuk, terjadi pertengkaran, pelaku sempat mencekik ya, mencekik korban. Kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban," ujarnya.
Fechy mengatakan korban melawan saat dicekik. Pelaku pun panik dan akhirnya menyayat leher korban menggunakan pisau yang telah dibawa dari rumah.
"Jadi korban sendiri, diketuk pintunya, dibuka sama korban, dia masuk, mereka cekcok. Cekcok-cekcok terus sama dia dicekik, dicekik kalau ininya bilang dipiting ya. Karena korban melawan, dia panik, dia takut, diambil pisau terus disayat lehernya," ujarnya.
Fechy mengatakan pisau yang digunakan pelaku sengaja dibawa dari rumah. Dia mengatakan pihak keluarga korban sudah meminta pelaku melakukan talak namun pelaku tak mau.
"Di situ seringlah terjadi keributan di situ. Keluarga korban pun sudah meminta pelaku untuk melakukan talak kepada korban karena kan mereka menikah siri. Sudah diminta untuk melakukan talak tapi berdasarkan pengakuan pelaku dia tidak mau," tambahnya.
Sementara itu, polisi menjelaskan motif pembunuhan itu karena pelaku cemburu melihat korban bersama laki-laki lain.
"Iya, berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan kepada pelaku, dugaan karena rasa cemburu. Ini karena pemeriksaan pelaku ya, kalau dari pihak saksi-saksi keluarga korban belum," kata dia.
Editor: Puti Aini Yasmin