Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hati-Hati! Kotoran Tikus Kering Bisa Sebabkan Hantavirus
Advertisement . Scroll to see content

Klarifikasi Kemenkes soal 3 Positif Hantavirus DKI Jakarta: Kasus Lama

Senin, 18 Mei 2026 - 11:45:00 WIB
Klarifikasi Kemenkes soal 3 Positif Hantavirus DKI Jakarta: Kasus Lama
Gedung Kemenkes. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan klarifikasi terkait temuan tiga kasus positif Hantavirus di DKI Jakarta. Benarkah ini kasus baru?

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menegaskan, tiga kasus tersebut bukan merupakan kasus baru. Selain itu, jenis virus yang ditemukan juga bukan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes yang dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi.

"Ya itu kasus lama bukan yang baru. Jenisnya juga bukan yang HPS strain Andes tapi yang HFRS," ujar Aji Muhawarman saat dikonfirmasi iNews.id, Senin (18/5/2026).

Aji menjelaskan, kasus yang ditemukan di Jakarta merupakan jenis Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni salah satu tipe penyakit akibat Hantavirus yang umumnya menyerang ginjal dan menyebabkan gejala demam berdarah dengan gangguan fungsi ginjal.

Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan kekhawatiran masyarakat yang sempat mengaitkan temuan kasus di Jakarta dengan strain Andes penyebab HPS. Strain tersebut dikenal lebih berbahaya karena menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati mengungkap adanya tiga kasus positif Hantavirus di Jakarta serta enam kasus suspek yang masih dipantau.

Dinkes DKI Jakarta juga telah menerbitkan surat edaran ke fasilitas kesehatan dan menunjuk sejumlah RSUD sebagai rumah sakit sentinel guna memperkuat pengawasan serta deteksi dini kasus Hantavirus.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui tikus, terutama lewat partikel udara yang terkontaminasi kotoran, urin, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Masyarakat tetap diminta waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan kotoran tikus, terutama di area lembap atau tertutup seperti gudang dan loteng rumah.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut