Ketum PGI Sebut Video Ceramah JK Sudah Dipelintir, Minta Masyarakat Tak Terhasut
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Manuputty meminta masyarakat tidak termakan pelintiran video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) tentang mati syahid. Hal itu disampaikannya usai bertemu JK di Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, video yang viral tersebut dipotong dan dipelintir dari video utuh JK.
Jacklevyn menilai, potongan video yang beredar seolah dikemas untuk mengadu domba antarumat bergama.
Menurutnya, ceramah JK secara utuh bisa dipahami dengan baik, terlebih olehnya yang terlibat langsung dalam proses perdamaian yang terjadi di Ambon, Maluku dan Poso. Pemilihan istilah syahid dari JK sejatinya tak menggeser makna dari istilah martir dalam agama Kristen.
JK Tegaskan Ceramah soal Fakta Konflik Poso-Ambon: Ade Armando Jangan Ngomong Seenaknya!
"Kalaupun bilang martir, kami juga melakukan melampaui apa yang selalu disebut sebagai martir di dalam konflik, saling membantai, saling membunuh dengan kondisi yang mungkin tidak pernah dibayangkan. Di situ kita lihat bagaimana ketika agama diambil sebagai senjata di tangan untuk pihak-pihak yang bertikai maka kehancurannya sangat luar biasa," katanya.
Dia menerangkan, sebagaimana syahid dalam agama Islam, martir dalam Kristen pun kerap diselewengkan saat ada konflik, khususnya kala agama dijadikan sebagai senjata untuk bertikai. Ceramah JK dianggap sebagai pengingat agar agama tidak lagi dijadikan sebagai senjata untuk berkonflik.
"Saya kira substansi itu yang harus kita angkat untuk kembali meletakkan agama dalam panggilan dan misi mulianya sebagai agen perdamaian, bukan agen konflik dan ini betul-betul mengingatkan itu jangan lagi terulang," ucap Jacklevyn.
Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat tak terhasut isu agama, sebagaimana video JK yang sudah dipelintir oleh pihak tak bertanggung jawab untuk membenturkan antarumat beragama.
"Kami selalu katakan sebagai teman-teman yang mengalami itu langsung di lapangan, jangan mudah untuk terhasut agama. Malam ini kami bersilaturahmi memperkuat dialog dan rajutan kebangsaan yang harus terus dipupuk dari level para pimpinan sampai level grassroots, di level komunitas," katanya.
Editor: Reza Fajri