Ketua dan Wakil Ketua DPD Tinjau Persiapan Haji di Arab Saudi, Disambut Dubes Aziz
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPD, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Ketua DPD Mahyudin tiba di Madinah, Arab Saudi, Senin (9/5/2022) malam waktu setempat. Kedatangan pimpinan DPD itu disambut langsung Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.
Dalam kunjungannya, Ketua DPD juga didampingi Senator Sulawesi Selatan Andi Muhammad Ihsan dan Senator Lampung Bustami Zainudin. Turut hadir Sekjen DPD Rahman Hadi, Deputi Bidang Administrasi Lalu Niqman Zubair, dan Staf Khusus Ketua DPD Syaifudin Alamsyah serta sejumlah staf DPD.
Kunjungan kali ini dikhususkan untuk melihat langsung kesiapan akomodasi, transportasi, dan layanan kesehatan jemaah Haji Indonesia serta membicarakan sejumlah permasalahan yang melingkupi TKI/TKW dari beberapa daerah di Indonesia, khususnya NTB, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Ketua DPD beserta rombongan berencana mengunjungi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Makkah, dan Jeddah. Mereka rencananya kembali ke Indonesia pada tanggal 18 Mei 2022.
Ketua DPD Imbau Pemerintah Antisipasi Sanksi Ekonomi Uni Eropa Terhadap Rusia
"Selain soal persiapan haji, kami juga ingin memastikan informasi, bahwa Arab Saudi membuka peluang untuk pekerja profesional atau formal asal Indonesia, dengan kuota sebesar 8 juta tenaga kerja. Karena sudah seharusnya Indonesia juga mengirimkan tenaga formal, mengingat banyaknya potensi tenaga migran terdidik di Indonesia,” tutur LaNyalla.
Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi membuka peluang bagi tenaga kerja formal atau profesional dari Indonesia yang ingin bekerja di Arab Saudi. Kuota yang dibuka pun cukup banyak. Sekitar 8 juta lowongan, termasuk tenaga medis, baik dokter, bidan maupun perawat.
"Memang benar informasi tersebut. Kami di KBRI juga sudah melakukan tindak lanjut terkait hal tersebut,” ucap Dubes Aziz.
Selama ini, lanjut Aziz, untuk memenuhi kekurangan kebutuhan tenaga medis di Arab Saudi, tenaga-tenaga profesional dari Palestina, Suriah, Mesir, dan India serta Filipina banyak didatangkan.
“Selain tenaga medis, Arab Saudi juga membutuhkan tenaga-tenaga profesional di bidang pendidikan, seperti guru dan dosen. Peluang ini sangat bagus karena pasti akan membawa peningkatan kemampuan bagi tenaga profesional dari Indonesia,” kata Abdul Aziz.
Editor: Rizal Bomantama