Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mutasi TNI, Pangdam Jaya Dipimpin Jenderal Bintang 3
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Bappisus Buka Suara soal Heboh TNI Siaga 1 gegara Konflik Timur Tengah 

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:26:00 WIB
Kepala Bappisus Buka Suara soal Heboh TNI Siaga 1 gegara Konflik Timur Tengah 
Kepala Bappisus, Aris Marsudiyanto buka suara terkait TNI memberlakukan status siaga 1 gegara konflik Timur-Tengah (Foto: Binti/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto mengungkapkan alasan TNI memberlakukan status siaga 1. Menurutnya, hal itu merupakan pengamanan biasa jelang Lebaran.

Hal itu sekaligus membantah video viral yang menampilkan konvoi kendaraan taktis TNI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, yang memicu berbagai spekulasi publik. Dalam video yang beredar, muncul narasi bahwa status siaga 1 akibat situasi konflik global.

"Ya kan, mau Lebaran kan? Mau Lebaran biasa ya aparat menjaga untuk keamanan rakyat kan. Supaya liburannya ke kampung masing-masing dalam keadaan aman ya," kata Aris di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Aris juga menyebut pemerintah telah mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung bersama kementerian terkait guna menghadapi mobilitas masyarakat saat Lebaran. 

"Infrastruktur semuanya juga sudah diberesin kan. Dengan Pak Menteri," ujar dia.

Sementara, kata Aris, arahan Panglima TNI Agus Subiyanto terkait status Siaga 1 merupakan bagian dari langkah rutin untuk menjaga kekondusifan nasional selama periode libur Idulfitri.

"Ya itu kan SOP rutin ya. Untuk menjaga kondusifitas ya seluruh rakyat kita dalam melaksanakan hari libur, Lebaran ya. Mudik pulang kampung masing-masing ya," pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut