Kepala Bappisus Beberkan Alasan Kuat Program MBG Harus Tetap Jalan
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto membeberkan alasan kuat mengapa program makan bergizi gratis (MBG) harus tetap berjalan. Dia menyebut, MBG merupakan program jangka panjang yang bertujuan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Tanah Air.
"Nah, jadi artinya program MBG ini adalah program jangka panjang yang akan membuat seluruh masyarakat kita cerdas ya. Tidak usah kita berpikir wah ini pemborosan, enggak ada pemborosan ini. Itu investasi bukan cost," ujar Aris dalam Dialog Spesial Kepala Bappisus: Perang Iran, Kondisi Indonesia hingga Teror Aktivis bersama Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono.
Aris menyebut, program MBG bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Nantinya, jika kualitas SDM meningkat maka Indonesia bisa menjadi produsen produk-produk yang selama ini masih bergantung dengan impor.
"Hasilnya anak-anak kita akan cerdas. Suatu saat kita akan produksi TV sendiri, handphone sendiri, laptop sendiri, kamera sendiri, pesawat sendiri, tank sendiri, satelit sendiri," kata dia.
Kepala Bappisus Bongkar Alasan Prabowo Bawa RI Gabung BoP: Tanpa Bargaining Power, Kita Tak akan Didengar
"Dan itu semuanya ada. Sumber daya alamnya itu ada. Hanya kita tinggal how to manage, how to develop gitu loh," ucapnya.
Aris menilai, tidak semua orang bisa menjangkau pemikiran seperti Presiden Prabowo Subianto terkait perencanaan program MBG. Terkait anggaran yang dibutuhkan cukup besar, dia menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir karena kebutuhan pendanaan untuk program itu sudah dikalkulasi.
"Enggak usah khawatir seluruh biaya itu kita kalkulasi ya. Beliau itu juga pengusaha. Tadi sudah saya sampaikan, perencanaan yang baik itu adalah 50 persen kemenangan atau keberhasilan, ini semua udah dikalkulasi. Kita tidak akan membuat suatu program yang diangan-angan yang istilahnya tanpa perhitungan kalkulasi yang akurat," ujarnya.
Aris menyebut program MBG sudah berjalan di lebih dari 100 negara maju selama puluhan tahun. Menurutnya, hal itu tercermin dari kualitas SDM yang unggul.
Menurutnya, hasil dari program MBG tidak bisa dilihat secara instan karena membutuhkan waktu untuk memperbaiki kualitas SDM beberapa tahun ke depan.
"Nah, inilah ya MBG itu investasi, bukan cost. Kapan itu hasilnya akan kelihatan? Ya namanya kan ini proses, anak masih SD dia akan produktif ya nanti setelah 5 tahun lagi 10 tahun lagi," katanya.
Editor: Aditya Pratama