Kenapa Diskon Tarif Listrik 50 Persen Juni dan Juli 2025 Batal? Ini Kata Sri Mulyani
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah batal memberikan diskon tarif listrik 50 persen untuk Juni dan Juli 2025. Apa alasannya?
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan pembatalan pemberian diskon tarif listrik yang sebelumnya menjadi bagian dari paket insentif ekonomi itu karena proses penganggaran yang lebih lama. Oleh karena itu, insentif tersebut diganti dengan bantuan subsidi upah (BSU).
"Kita sudah rapat di antara para menteri dan untuk pelaksanaan diskon listrik ternyata untuk kebutuhan atau proses penganggarannya jauh lebih lambat. Kami memutuskan (diskon ini) tak bisa dijalankan," ujar Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Menurutnya, pemberian subsidi upah sudah sempat dilakukan saat pandemi Covid-19. Pengalaman ini yang dianggap akan membuat penyaluran insentif ke masyarakat lebih cepat ketimbang mengatur pemberian diskon listrik.
Motor Listrik Lokal Makin Kompetitif, Adora Penuhi TKDN hingga 46 Persen
"Sehingga yang itu (diskon listrik) digantikan menjadi bantuan subsidi upah," tutur dia.
Sri Mulyani menjelaskan target sasaran penerima BSU yakni pekerja formal yang memiliki gaji di bawah Rp3,5 juta dan tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Perang Harga Mobil Listrik Picu Krisis Besar, Industri Otomotif China di Ujung Tanduk
Era Elektrifikasi, IIMS Surabaya 2025 Pamerkan Deretan Mobil Listrik hingga Ban EV
Dia mengatakan penyaluran BSU akan mengacu pada data BPJS Ketenagakerjaan. Data tersebut dinilai lebih akurat.
"Maka, kami memutuskan dengan kesiapan data dan kecepatan program untuk menargetkan (mengalokasikan ke) bantuan subsidi upah," kata Sri Mulyani.
Kabel Listrik PJU Sepanjang 1.000 Meter Dicuri, Sejumlah Ruas Jalan di Cilegon Gelap saat Malam
Editor: Rizky Agustian