Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KLB Campak di Sumenep: Pemkab Gelar Imunisasi Masal, 17 Anak Meninggal Dunia  
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkes Terima Laporan WNA Australia Kena Campak usai Perjalanan dari Indonesia

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:49:00 WIB
Kemenkes Terima Laporan WNA Australia Kena Campak usai Perjalanan dari Indonesia
Kemenkes menerima notifikasi resmi melalui otoritas kesehatan Australia terkait pasien Campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. (Foto: ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima notifikasi resmi melalui otoritas kesehatan Australia terkait pasien Campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Informasi tersebut diterima melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dan telah diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh PHEOC Kemenkes.

"Berdasarkan informasi yang diterima, kasus merupakan perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Aji mengungkapkan, gejala ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth dan hasil PCR dinyatakan positif. Saat ini dilaporkan 1 kasus tanpa kematian.

Saat ini, koordinasi lintas negara telah dilakukan melalui mekanisme IHR antara Indonesia dan Australia. Serta berkoordinasi dengan WHO Indonesia untuk memastikan respons sesuai standar internasional.

"Namun demikian pihak Australia juga masih melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kasus tersebut dan belum memberikan informasi lebih detail," tuturnya.

Aji mengatakan, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan penyelidikan epidemiologi dan penguatan surveilans sesuai SOP penanganan campak nasional. Dia memastikan saat ini belum ditemukan laporan kasus tambahan yang berkaitan. 

"Surveilans tetap diperketat untuk mendeteksi kemungkinan kasus suspek tambahan," katanya.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi pelaku perjalanan internasional. 

Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan bagi yang terinfeksi campak agar membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.

Dia mengatakan, bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular. Secara nasional, pada tahun 2025 tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi, dan hingga Februari 2026 dilaporkan 269 kasus. 

Hingga saat ini tidak terdapat penetapan KLB campak secara nasional. Pemantauan terus dilakukan melalui sistem surveilans aktif.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut