Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bak Manusia, Jutaan Unta di Arab Saudi Bakal Dapat Paspor
Advertisement . Scroll to see content

Kemenag: Jamaah Haji Indonesia Dapat Keistimewaan di Arab Saudi

Senin, 28 Mei 2018 - 23:27:00 WIB
Kemenag: Jamaah Haji Indonesia Dapat Keistimewaan di Arab Saudi
Ilustrasi (SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan jamaah Indonesia memiliki sejumlah keistimewaan dibanding jamaah dari negara lain di Arab Saudi.

Keistimewaan itu, kata dia, pertama jamaah Indonesia akan dibuatkan jalur khusus yang tidak tercampur dengan jamaah negara lain. Kedua, penyelenggara haji lokal Saudi menyiapkan tim porter yang mengantarkan langsung koper jamaah Indonesia ke kamarnya.

"Lalu yang ketiga, jamaah haji sudah bisa melakukan perekaman data biometrik di Indonesia sehingga mengurangi waktu tunggu jamaah saat verifikasi setibanya di bandara Saudi," kata Sri di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Keempat, jamaah mendapatkan pemondokan yang NISBI dekat di Makkah untuk menuju Masjidil Haram. Pemondokan itu tersebar di tujuh wilayah yaitu Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah, Raudhah dan Rei Bakhsy.

Selama di Madinah, jamaah Indonesia mendapatkan pemondokan di Markaziah atau di dalam King Faisal Road yang dekat dengan Masjid Nabawi. Indonesia merupakan negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia yaitu sebanyak 221.000 orang.

Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H Datsir mengatakan jamaah Indonesia dikenal sebagai rombongan haji yang tertib dan sopan sehingga wajar jika mendapat perlakuan istimewa. "Kita patut berbangga dan bersyukur dengan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada negara kita," kata dia.

Jumlah itu jauh dari kuota haji negeri jiran Malaysia yang sekitar 20.000-an. Dengan jumlah jamaah yang lebih kecil tingkat kerumitan dalam perhajian di negara itu tentu lebih ringan. Terlepas dari hal itu, Saudi tetap memandang arti penting dari jamaah haji Indonesia.

"Malaysia itu 20.000 (jamaah), petugas hajinya juga banyakan kita. Alasannya, karena pemerintah Arab Saudi melihat kemajemukan yang ada di Indonesia," kata dia.

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut