Keluarga Sambut Kepulangan 9 WNI yang Sempat Diculik Israel: Selamat Datang Pahlawanku!
JAKARTA, iNews.id - Momen haru mewarnai kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan ke Gaza, Global Sumud Flotilla 2026 di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Seorang bocah bernama Hanan (9) tampak setia menunggu kepulangan sang ayah, Ronggo Wirasanu sejak sore di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Di tengah kerumunan relawan dan keluarga yang memadati area kedatangan internasional, Hanan rela berdiri berdiri berdesak-desakan. Dia membawa poster bertuliskan “Selamat datang Ayah Ronggo, pahlawanku”.
Hanan sengaja mengincar posisi paling depan agar ayahnya bisa melihat poster itu. Poster itu dibuat khusus dengan gambar wajah sang ayah hasil karyanya sendiri.
Sesekali Hanan tampak menatap ke arah pintu kedatangan internasional menanti sosok ayahnya muncul bersama para WNI lain yang baru tiba.
Saat ditanya bagaimana perasaannya menjelang bertemu sang ayah setelah berpisah sekitar satu bulan, Hanan mengaku gembira.
“Senang,” ujar Hanan.
Ketika sesi konferensi pers yang digelar usai kedatangan rombongan berakhir, Hanan langsung menghampiri Ronggo dan memeluk ayahnya erat untuk melepas rindu.
Usai bertemu putranya, Ronggo mengaku lega dan bahagia karena akhirnya bisa kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah setelah hampir satu bulan kami berpisah sama keluarga, tapi kan berkat doa mereka juga kami bisa kembali ke sini dengan selamat. Alhamdulillah seneng,” katanya.
Sebelumnya, rombongan bertolak dari Istanbul, Turki menuju Dubai, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (23/5/2026) malam. Setelah transit di Dubai, mereka melanjutkan penerbangan ke Jakarta dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu sore.
Adapun sembilan WNI yang tergabung dalam misi tersebut yakni Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa), Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa), Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat), Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso), Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171), Bambang Noroyono (Republika), Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), dan Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI).
Editor: Rizky Agustian