Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Masih Utuh, Identifikasi Dikebut
Advertisement . Scroll to see content

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Golkar Minta Evaluasi Sistem Keselamatan Transportasi

Selasa, 28 April 2026 - 15:55:00 WIB
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Golkar Minta Evaluasi Sistem Keselamatan Transportasi
Proses evakuasi KRL imbas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Foto: Yudistiro Pranoto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR M Sarmuji menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional. Hal itu agar kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam tidak terulang.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting. Evaluasi total terhadap sistem operasional, manajemen keselamatan, dan pengawasan harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Sarmuji dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026). 

Dia memberikan dukungan penuh kepada seluruh korban, baik yang mengalami luka maupun yang terdampak secara psikologis akibat insiden tersebut. Dia berharap para korban dapat segera mendapatkan penanganan terbaik dan pulih secepat mungkin.

“Kami menyampaikan simpati dan dukungan yang tulus kepada para korban. Keselamatan dan pemulihan mereka harus menjadi perhatian utama semua pihak,” ujarnya.

Sarmuji mengingatkan pemerintah harus hadir secara maksimal memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga yang terdampak, baik dalam bentuk perawatan medis, santunan, maupun pendampingan psikososial.

“Pemerintah harus memastikan seluruh korban dan keluarganya mendapatkan bantuan yang maksimal dan menyeluruh,” tuturnya.

Dia juga meminta agar proses evakuasi dan penyelamatan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik, dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak di lapangan.

“Proses penyelamatan harus dilakukan secara maksimal dengan koordinasi yang solid antarinstansi. Setiap detik sangat berharga dalam situasi darurat seperti ini,” pungkasnya.

Fraksi Partai Golkar DPR, kata dia, mendorong seluruh pihak terkait untuk bertindak cepat, transparan, dan akuntabel dalam menangani dampak kecelakaan ini serta dalam pengusutannya secara tuntas.

Diketahui, Polda Metro Jaya mencatat terdapat 15 orang meninggal dunia imbas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Hingga saat ini, proses identifikasi jenazah masih terus dilakukan.

"Iya, 15 meninggal dunia, sampai siang ini," ucap Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Martinus menambahkan, dari 15 jenazah, 10 di antaranya berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sedangkan, 5 orang sisanya berada di RS Kota Bekasi, di mana semuanya masih dilakukan proses identifikasi.

"Semuanya masih dilakukan proses identifikasi," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut