KDM Marah Besar soal Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Tindakan Ceroboh!
BANDUNG, iNews.id - Kasus bayi nyaris tertukar di RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) andung viral di media sosial. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara dan menyampaikan kemarahannya atas insiden tersebut.
Menurut KDM, ada sejumlah hal krusial dalam kasus ini, terutama terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai tidak bertanggung jawab. Dia menyoroti tindakan perawat yang dinilai terlalu mudah menyerahkan bayi kepada orang lain.
Peristiwa ini bermula dari pengakuan Nina Saleha, ibu dari bayi yang nyaris tertukar. Nina menyebut perawat memberikan bayinya kepada orang yang tidak dikenal karena dirinya tidak segera datang saat namanya dipanggil.
Akibatnya, bayi Nina sempat berada di tangan orang lain. Hal ini memicu kemarahan Nina, terlebih alasan perawat dianggap tidak dapat dibenarkan.
Buntut Viral Bayi Tertukar, RSHS Bandung Didesak Investigasi Kelalaian Perawat
"Kan dipanggil nama ibu, enggak bisa dong digantikan dengan orang lain," kata KDM, dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (10/4/2026).
RSHS Bandung Minta Maaf usai Insiden Bayi Nyaris Tertukar Viral di Medsos
KDM menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kecerobohan yang sangat berbahaya. Dia juga berjanji akan meminta penjelasan dari pihak manajemen rumah sakit terkait langkah yang akan diambil.
"Itu adalah tindakan ceroboh yang dilakukan oleh perawat. Nanti saya tanya ke manajemen apa tindakan yang dilakukan. Saya dengar sudah ada sanksi, tapi belum tahu seperti apa," ujarnya.
Kronologi Lengkap Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Kasusnya Viral!
Berdasarkan informasi yang beredar, perawat yang terlibat telah dinonaktifkan dari tugas pelayanan langsung kepada pasien. Yang bersangkutan juga dipindahkan ke bagian lain serta menerima sanksi berupa surat peringatan pertama (SP1).
Di sisi lain, KDM memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Nina Saleha sebagai bentuk dukungan. Dia juga memastikan pelaku akan mendapatkan sanksi sesuai dengan perbuatannya.
Kasus ini sekarang menjadi perhatian publik. Warganet turut menyoroti insiden tersebut dan berharap ada evaluasi menyeluruh dari pihak rumah sakit maupun pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Editor: Muhammad Sukardi