Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Warga Berbondong-bondong Melihat Sapi Kurban Prabowo-Gibran usai Salat Iduladha di Masjid Istiqlal
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Hipertensi Melonjak usai Iduladha, Menkes Beberkan Penyebabnya!

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:40:00 WIB
Kasus Hipertensi Melonjak usai Iduladha, Menkes Beberkan Penyebabnya!
Kasus hipertensi meningkat usai Iduladha. (Foto: Pixel)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap penyebab meningkatnya pasien hipertensi dan kolesterol di rumah sakit setelah perayaan Iduladha. Apa alasannya?

Menurut Menkes Budi, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh daging kambing semata, melainkan pola konsumsi dan cara pengolahan makanan yang kurang sehat. Ini menjadi penyebab melonjaknya kasus hipertensi pasca Iduladha.

Fenomena meningkatnya kasus hipertensi usai Lebaran Haji disebut kerap terjadi setiap tahun. Banyak masyarakat mengaitkannya dengan konsumsi sate maupun gulai kambing selama Iduladha.

"Kalau habis Iduladha banyak yang masuk RS karena hipertensi atau kolesterol, dan pelakunya bukan kambing, ya," ujar Menkes Budi lewat konten edukasi 'Budi Gemar Sharing (BGS)' di Instagram, dikutip Rabu (27/5/2026).

Menkes Budi menjelaskan, penyebab utama justru berasal dari penggunaan santan kental, garam berlebih, gula, hingga konsumsi jeroan yang terlalu banyak dalam hidangan khas Iduladha.

Menurutnya, masyarakat sering mengolah daging kambing dengan tambahan bahan tinggi lemak dan kolesterol sehingga memicu kenaikan tekanan darah setelah dikonsumsi.

"Yang salah bukan si kambing. Yang salah adalah cara masaknya," katanya.

Ia menambahkan, jeroan seperti hati, paru, dan usus memiliki kadar kolesterol tiga sampai lima kali lebih tinggi dibandingkan daging biasa. Selain itu, santan yang dimasak dalam waktu lama juga meningkatkan kadar lemak pada makanan.

"Pelaku utamanya adalah santan kental yang dimasak berjam-jam, serta jeroan seperti hati, paru, dan usus," katanya.

Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat tetap memperhatikan pola makan selama Iduladha. Ia menyarankan penggunaan santan, gula, dan garam dikurangi serta membatasi konsumsi jeroan agar risiko hipertensi dan kolesterol tetap terkontrol.

Masyarakat juga dianjurkan menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayur dan buah serta tetap aktif bergerak setelah makan agar kondisi tubuh tetap sehat selama momen Iduladha.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut