JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo menyoroti varian baru Covid-19 yang berasal dari India masuk ke DKI Jakarta. Kepala Negara itu pun meminta Pemprov DKI untuk menekan laju lonjakan kasus Covid-19.
Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta ke Istana Negara, hari ini, Selasa (15/6/2021).
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Mereka yang tergabung dalam Forkopimda yakni Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, beserta kapolres se-Ibu Kota.
"Beliau meminta kepada Pemda khususnya DKI Jakarta karena sudah masuknya virus dari India, ya jadi Pak Presiden meminta kepada kita sebagai perangkat pemerintah daerah untuk menekan (angka penularan)," ungkap Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
3 Pasien Covid-19 Varian India di Jatim Terjaring saat Penyekatan di Suramadu
Pras-sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Jokowi juga menyoroti perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker. Pasalnya, saat ini kesadaran itu nampak belum terlihat signifikan dan harus ditingkatkan lagi.
Kemudian, Jokowi juga meminta pejabat teras di Ibu Kota lebih banyak berada di lapangan untuk memimpin langsung penanganan Covid-19.
Kadinkes DKI Sebut Varian Baru Covid 19 Mudah Menyebar dan Lebih Mematikan
"Presiden mengarahkan kepada kita perlu tindakan lapangan. Jadi kalau saya melihat, gubernur, kami pangdam kapolda itu harus banyak di lapangan," jelas politikus PDI Perjuangan itu.
Lalu, sambung Pras, Jokowi juga meminta DKI Jakarta mengakselerasi vaksinasi Covid-19 agar segera terbentuk herd immunity.
Waspada, Varian Covid Delta dari India Mendominasi Penyebaran di Bangkalan
Editor: Faieq Hidayat