Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Rocky Gerung Sebut Parcok di Hadapan Para Pejabat Mabes Polri
Advertisement . Scroll to see content

Kapolri Ungkap Kericuhan Agustus Bikin Investor Khawatir Berinvestasi

Senin, 29 September 2025 - 18:53:00 WIB
Kapolri Ungkap Kericuhan Agustus Bikin Investor Khawatir Berinvestasi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dok. iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kericuhan yang mewarnai demonstrasi akhir Agustus 2025 lalu tidak hanya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Kericuhan juga mengganggu iklim investasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jenderal Sigit melalui video di kegiatan dialog publik Polri bertajuk “Hak Asasi vs Ketertiban Umum di Demonstrasi: di Mana Batasnya?” yang digelar Senin (29/9/2025).

“Tentunya berdampak pada instabilitas kamtibmas dan dapat mengganggu perekonomian nasional, termasuk timbulnya kekhawatiran kalangan investor yang akan berinvestasi di Indonesia. Peristiwa tersebut telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit,” kata Sigit.

Menurut Kapolri, peristiwa itu juga telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik materiel seperti rusaknya fasilitas publik, gedung DPR, markas polisi di berbagai daerah, maupun korban jiwa. 

Selain itu, terdapat kerugian immateriel pascakerusuhan tersebut berupa rasa takut, kekhawatiran dan trauma di tengah masyarakat.

“Untuk itu, penting bagi kita memastikan bahwa kebebasan berpendapat dijalankan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab,” kata dia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan ratusan orang sebagai tersangka kasus demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025. Para pelaku berasal dari sejumlah daerah yang terjadi kericuhan.

"Polri menetapkan 959 orang tersangka," ucap Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025).

Dia menambahkan, jumlah tersebut berdasarkan penegakan hukum yang dilakukan di tingkat Bareskrim Polri dan 15 Polda jajaran di Indonesia. 

Dari ratusan tersangka, rinciannya 664 orang dari umur dewasa dan 295 lainnya adalah anak-anak.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut