Kapal Canggih Buatan Dalam Negeri Kembali Perkuat TNI AL, Bisa Bermanuver di Sungai dan Selat Kecil
JAKARTA, iNews.id - TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali diperkuat alutsista karya anak bangsa. Kali ini 1 unit Special Mission Combat Boat yaitu Patkamla Yapero III–11–17 karya industri dalam negeri PT Tesco Indomaritim secara resmi masuk ke jajaran TNI AL.
Nama Yapero diambil dari nama pulau yang berada di Kampung Otakwa, distrik Mimika Timur Jauh, Papua.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono menyampaikan, kapal ini dibuat dengan mempertimbangkan konstelasi geografi Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau dan selat-selat kecil.
“Nantinya kapal ini akan digunakan di sungai-sungai maupun di selat-selat di wilayah Koarmada III. Ke depan kita rencanakan 11 Patkamla seperti ini akan kita produksi untuk ditempatkan di wilayah jajaran Koarmada III,” ujar Wakasal saat meresmikan kapal di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Rabu (25/10/2023).
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ton Minyak Mentah asal Sumatera Selatan
Wakasal menambahkan, kapal ini memang didesain untuk menghadapi berbagai kerawanan dan penyelundupan yang melalui selat-selat kecil dan pulau-pulau kecil. Kapal ini akan mampu bergerak atau bermanuver lebih dinamis saat berpatroli dan operasi.
Kapal ini juga dikembangkan agar mampu digunakan untuk melaksanakan Gerakan Kapal Ke Pantai (GKK) dalam mendukung operasi amfibi.
“Saya yakin kita mampu untuk membangun alutsista yang sesuai untuk kebutuhan yang kita inginkan yang tentunya harus sesuai dengan perkembangan zaman saat ini," ujar Laksdya Ahmadi.
Special Mission Combat Boat ini akan didistribusikan ke Koarmada III dibawah jajaran Lantamal XI Merauke. Kapal ini memiliki panjang 18,30 meter dengan lebar 4,2 meter, memiliki kecepatan maksimal 35 knot, kecepatan jelajah 30 knot, serta kecepatan ekonomis 15 knot.
Kapal memiliki kapasitas fuel tank 3.600 liter, dengan kapasitas fresh water tank 300 liter. Dilengkapi akomodasi untuk 7 kru dan ditambah dengan akomodasi untuk 14 pasukan.
Kapal ini memiliki sistem navigasi Radar Furuno type 1835, Magnetic Compas Voyager, dan Echo Sounder Furuno type FCV-688. Selain itu kapal dilengkapi dengan persenjataan satu senjata kaliber 12,7 mm, serta dua senjata kaliber 7,62 mm.
Kapal ini dapat bermanuver berbelok dengan tiba-tiba dan bermanuver zig-zag, karena memang dirancang untuk melaksanakan patroli dan pengejaran kapal-kapal pelaku tindak ilegal. Pengadaan kapal Special Mission Combat Boat karya anak bangsa tersebut merupakan salah satu implementasi komitmen TNI AL dalam mendukung Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Editor: Reza Fajri