Joki UTBK Siap-Siap! UNJ Gunakan AI untuk Deteksi Wajah Peserta
JAKARTA, iNews.id - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi identitas peserta dalam pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK). Hal itu untuk meminimalisir kecurangan dengan modus joki ujian.
Menurut Anggota tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Pusat, Tjitjik Srie Tjahjandarie kesiapan tahun ini merupakan hasil evaluasi masif dari banyaknya temuan kasus kecurangan pada tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini pun misalnya kita itu sudah punya data anomali, ada 2.940 data anomali. Nah ini kan sebenarnya kita bagikan kepada masing-masing pusat UTBK. Mulai tahun ini kita melakukan deteksi dengan menggunakan teknologi AI. Jadi kita bisa mendeteksi ini wajah, kalau kemudian misalnya ini ada kecurangan dalam bentuk joki," ungkapTjitjik di UNJ, Selasa (21/4/2026).
Ia pun memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan UTBK hari pertama ini. Sebab, pihaknya melakukan pemeriksaan dengan ketat dalam setiap sesinya.
UTBK di UI Dijaga Ketat, Peserta Diperiksa dengan Metal Detector
"Alhamdulillah sih sesi 1 lancar, tidak ada indikasi-indikasi yang kecurangan di sesi 1. Tapi kan ini kita tetap melakukan monitoring yang cukup ketat, pelaksanaannya juga pengawasannya juga menjadi lebih aware untuk setiap UTBK, karena kan kita masih punya sesi-sesi yang selanjutnya," sambung dia.
Tjitjik menjelaskan, teknologi AI yang digunakan mampu melacak rekam jejak seseorang yang menjadi joki ujian di setiap tahunnya.
“Kita juga melakukan deteksi AI wajah itu dengan misalnya peserta tahun yang lalu. Ternyata kan ada modus-modus yang joki tahun lalu ternyata sekarang juga menjadi joki lagi,” kata Tjitjik.
Tak Ada Ampun! Peserta UTBK Curang Langsung Diblacklist dan Diproses Hukum
Sementara itu, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar, menegaskan bahwa pihaknya juga telah menerapkan pemeriksaan secara ketat kepada para peserta. Mereka dilarang membawa barang personal seperti handphone dan lainnya ke dalam ruang ujian.
Di sisi lain, pemeriksaan lebih kelat juga digunakan menggunakan metal detector sebagai standar wajib di UNJ guna mendeteksi alat elektronik kecil yang kerap disalahgunakan. Langkah antisipatif itu juga berdasarkan pengalaman UNJ selama bertahun-tahun dalam menangani kecurangan seperti modus perangkat yang disembunyikan di area sensitif.
Editor: Puti Aini Yasmin