Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Bansos pada 2025
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Prioritas, 56 Persen Wilayah Banjir di Kota Semarang Teratasi

Kamis, 01 Februari 2024 - 18:07:00 WIB
Jadi Prioritas, 56 Persen Wilayah Banjir di Kota Semarang Teratasi
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, meninjau pembangunan tiang pancang di Kelurahan Tambakrejo. (Foto: dok Pemkot Semarang)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Persoalan banjir di Kota Semarang terus berkurang, terlihat dari data 2023 menunjukkan luasan wilayah yang terkena banjir dan rob tinggal 3,43 persen. Hasil tersebut membuktikan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi persoalan banjir cukup efektif.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Semarang untuk mengentaskan Ibu Kota Jawa Tengah dari persoalan banjir rob. Bahkan tahun ini dua persoalan tersebut masih menjadi prioritas.

Ada tiga kecamatan yang menjadi perhatian penanganan, yakni Kecamatan Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara. Salah satu upaya Pemkot untuk mengentaskan tiga wilayah tersebut dari banjir adalah dengan membangun sheet pile di Tambaklorok yang pembangunannya sedang berprogres.

"Fokus kami di pesisir. Masih ada tiga persen kawasan banjir. Kecamatan Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara menjadi daerah yang paling terdampak," ucap Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita tersebut membeberkan, data 2023 luasan wilayah yang terkena banjir dan rob mengalami penurunan menjadi 3,43 persen dari 3,48 persen pada 2022. Sementara luasan rob menyisakan 406,27 hektare atau 1,09 persen.

Pembangunan sheet pile di Tambaklorok yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana diyakini efektif mengentaskan banjir rob di tiga wilayah prioritas. Pembangunan tanggul laut di pesisir utara itu telah mencapai 62 persen.

"Nantinya, pada tahun 2024 ini, tepatnya Juni, bisa mencakup 55,9 persen wilayah," kata Mbak Ita saat meninjau lokasi pembangunan tiang pancang di Kelurahan Tambakrejo.

Selain itu, proyek pengendalian banjir di wilayah Muktiharjo juga akan dilaksanakan BBWS Pemali-Juana melalui bantuan dari Bank Dunia.

Program penanganan banjir tanggul laut tersebut akan didukung dengan peningkatan kapasitas di sejumlah rumah pompa. Seperti Pompa Progo, Tambakrejo, Tanah Mas, dan Tawang Mas.

Upaya ini juga akan dibarengi dengan pembangunan dan peningkatan saluran drainase di berbagai wilayah, seperti peningkatan kapasitas saluran Tlogosari, Dempel, Simpang Syuhada-bugen, Jalan Gajah–Aspol Kabluk dan Pompa Progo, serta sodetan ke Kali Babon untuk penanganan banjir pada Sistem Semarang Timur.

Sedangkan penanganan banjir pada Sistem Semarang Tengah akan dilakukan melalui peningkatan saluran drainase sepanjang Kali Semarang, saluran Jalan Tanjung, saluran MT Haryono–Petudungan, Saluran Ki Mangunsarkoro, pompa Tawang Mas, pompa Kolonel Sugiyono dan pompa Tanah Mas.

Tak hanya hilir, penanganan kapasitas saluran untuk penanganan banjir juga dikerjakan di daerah hulu, seperti Jalan Alam Asri, Jalan Semarang–Boja (Jatisari) dan Jalan Duku 1 (anak sungai blorong). Tak hanya itu, akan dilakukan penyelesaian normalisasi pada Kali Plumbon, Tenggang (hulu), Babon (hulu), Kali Mangkang, Kali Tugurejo.

Dengan serangkaian program dan proyek yang dikerjakan, Pemkot Semarang berharap hal tersebut dapat mengurangi dampak banjir secara signifikan di wilayah yang masih terdampak.

Upaya ini mencakup penanganan hilir hingga hulu, melibatkan berbagai pihak dan berbagai proyek untuk menjaga keberlanjutan Kota Semarang dari ancaman banjir.

Editor: Anindita Trinoviana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut