Istri Jenderal Hoegeng Eyang Meri Dimakamkan secara Kedinasan Upacara Kebesaran Polri
DEPOK, iNews.id - Pihak keluarga menyerahkan jenazah Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso ke Polri untuk dilakukan pemakaman di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.
Prosesi pelepasan jenazah digelar di rumah duka, Pesona Khayangan Estate DG-DH 1 RT 003/028, Mekarjaya, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini juga dilakukan secara resmi.
Prosesi pelepasan jenazah dari pihak keluarga Eyang Meri, diwakili oleh Putra pasangan Jenderal Hoegeng Iman Santoso dan Meriyati Roeslani, Aditya Soetanto. Sementara, pihak Polri dipimpin Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada.
"Akhirnya kami atas nama keluarga dengan ini menyerahkan jenazah almarhum Ibu Meriyati Hoegeng untuk selanjutnya mohon diberangkatkan ke tempat pemakaman TPU Giritama, Bogor dan dimakamkan secara kedinasan dan upacara kebesaran Polri," ucap Aditya.
Kapolri Berduka Eyang Meri Istri Hoegeng Wafat: Beliau Inspirasi Nyata
Sementara itu, Wahyu Widada menyatakan menerima jenazah Eyang Meri untuk selanjutnya dilaksanakan pemakaman secara kedinasan upacara kebesaran Polri.
"Pada hari ini, kami atas nama negara bangsa dan Polri, dengan ini menerima jenazah almarhum Ibu Meriyati untuk selanjutnya segera diberangkatkan ke TPU Giritama, Bogor dan akan dimakamkan secara kedinasan upacara kebesaran Polri," kata Wahyu selaku Inspektur Upacara.
Jenazah Istri Jenderal Hoegeng Tiba di Rumah Duka Depok
"Saat ini kita berdiri dalam suasana duka mengiringi kepergian almarhum ibu Meriyati, seorang istri, seorang ibu dan pribadi sederhana namun memiliki peran besar," ucapnya.
Istri mendiang mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng meninggal dunia di usia 100 tahun.
Eyang Meri Istri Jenderal Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Mabes Polri Berduka
Rencananya, jenazah Eyang Meri akan dimakamkan di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat yang juga merupakan makam Jenderal Hoegeng.
Editor: Aditya Pratama