Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ditegur Bising Main Drum, Bapak dan Anak Malah Aniaya Tetangga di Cengkareng
Advertisement . Scroll to see content

Istana Tegaskan Jokowi Tetap Jalin Silaturahmi dengan Megawati

Rabu, 07 Agustus 2024 - 10:10:00 WIB
Istana Tegaskan Jokowi Tetap Jalin Silaturahmi dengan Megawati
Presiden Joko Widodo (dok. Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Istana Kepresidenan menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ruang untuk berkomunikasi juga terus dibangun.

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Megawati mengenai hubungan pribadinya dengan Jokowi dan penolakannya terhadap wacana presiden tiga periode.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengungkapkan Jokowi selalu membuka ruang komunikasi dengan semua pihak. 

"Presiden Jokowi tetap membuka komunikasi dan menjaga silaturahmi dengan siapa saja. Apalagi dengan Ibu Megawati Soekarnoputri dan tokoh-tokoh bangsa," kata Ari dalam keterangannya, Rabu (7/8/2024).

Ari juga menegaskan sikap Jokowi terkait wacana presiden tiga periode.

"Perlu ditegaskan bahwa sejak awal saat wacana itu muncul, sikap Presiden Jokowi sangat jelas beliau patuh dan taat pada Konstitusi. Kewenangan untuk perubahan konstitusi sepenuhnya domain MPR, bukan ditentukan oleh Presiden," katanya.

Pernyataan ini sejalan dengan sikap Megawati yang menegaskan hubungan baiknya dengan Jokowi tapi menolak wacana perubahan konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan presiden.

"Saya sama presiden baik-baik saja. Hanya karena saya tidak mau memperpanjang masa jabatan presiden, itu tidak berarti hubungan kita buruk," ujar Megawati dalam sambutannya saat penyerahan duplikat bendera pusaka kepada gubernur se-Indonesia di Balai Samudra, Jakarta, Senin (5/8/2024).

Megawati menekankan keputusan mengenai perubahan konstitusi adalah ranah MPR dan bukan hak prerogatif presiden.

"Saya tidak punya hak untuk mengatakan boleh atau tidak. Itu mesti MPR. Ketika presiden seumur hidup diubah pada reformasi, itu TAP MPR. Saya tanya kepada ahli tata negara, apakah TAP-nya masih berlaku? Yes. Ada yang mau menyanggah?" tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyinggung tentang pentingnya gotong royong dan kekeluargaan dalam masyarakat. 

"Saya hanya ingin berbicara tentang kebenaran. Dan rusaknya Republik ini oleh kalian sendiri. Orang Indonesia yang sudah tidak merasa lagi harus bergotong royong dan kekeluargaan," kata Megawati.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut